Selasa, 07 April 2009

Makalah Kelompok II Semester IV A

Tugas Mahasiswa STAI SMQ Bangko
Semester IV A
Kelompok II


BAB I
Pendahuluan


A. latar Belakang
Dalam hasil rised atau penelitian dari dunia pendidikan yang ada dalam pendidikan di Indonesia khususnya dan tepatnya di lingkungan pedesaan, kurangnya pemahaman mengenai hal teknologi pendidikan, seperti di ketahui pada zaman 1990 an di daerah pedesaan jarang sekali di temukan teknologi pendidikan yang di gunakan dalam menyampaikan materi pengajaran, dalam hal ini sebenarnya pendidikan yang di terapkan haruslah memanfaatkan teknologi yang telah berkembang, maka dari bagi calon pendidik khususnya yang ada di perguruan STAI perlu di kenalkan dengan teknologi pendidikan,
B. Rumusan masalah
Adapun sebagai rumusan masalah ialah fungsi domain dalam dunia pendidikan dan hubungan antara domain, dan bagaimana penggunaan domain dalam pembelajaran di dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Dan bagaimana cara melakukan proses penilaian setelah melaksanakan kegiatan belajar ( evaluasi ) pada hasil pembelajaran.
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini ialah agar maha siswa khususnya di STAI mengenal dan dapat menggunakan teknologi, seperti yang akan kami bahas dalam makalah ini mengenai Domain teknologi Instruksional. Dan umumnya bagi pembaca setidaknya dapat mengenal walaupun hanya dengan membaca dan dapat menggunakan dengan mempraktekkan teknologi Pendidikan.





Bab II
Pembahasan
Domain Teknologi Intruksional

Defenisi 1994 terdiri dari lima bagian utama yaitu : Disain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi.
A. Aturan Domain
Fungsi-fungsi Domain :
Untuk melengkapi tugas-tugas sebuah bidang di butuhkan suatu fasilitas, pengembangan teori dan prkatek yang di tujukan untuk mengidentifikasikan dan mengorganisasikan hubungan antara domain, taksonomi atau klasifikasi sering di gunakan menyederhanakan hubungan antara domain. Taksonomi adalah klasifikasi berdasarkan hubungan ( relationskep )
Bejamin Bloon membedakan antara sebuah taksonomi dan skema klsifikasi yang lebih sederhana sesuai dengan pendapat bloon suatu taxsonomi :
1. Tidak boleh mempunyai elemen yang berubah-ubah.
2. Harus sesuai dengan istilah yang sudah ada
3. harus konsistem dengan pandangan teori teknologi Instruksional
freishan dan Avantance ( 1984 ) menyimpulkan keuntungan pengembangan taxsonomi ferform manusia :
1. Membantu pelaksanaan pengulangan literatur
2. Menciptakan kafasitas yang di tujukan untuk menyelesaikan tugas-tugas baru.
3. Membuka ruang pemisan pengetahuan dengan mengidentifikasi kategori dan sub-kategori pengetahuan dan mempromosikan teori evaluasi dan diskusi
4. Membantu pengembangan teori dengan meng evaluasi.
Menurut Yacobs ada 3 ( tiga ) fungsi Domain :
1. Fungsi Manajemen
2. Fungsi pengembangan sistem peforma
3. Komponen-komponen sistem performa manusia
B. Hubungan Antara Domain
Hubungan antara domain bersifat sinergik sebagai contoh praktiner yang sedang bekerja dalam mengembangkan domain, menggunakan teori dari desain domain seperti desain intruksional system dan teori desain pesan. Praktioner yang sedang bekerja mengembangkan desain domain menggunakan teori karekteristik media dan teori tentang masalah analisis, pengukuran serta evaluasi domain.
C. Deskripsi Domain
Disain Domain
Ada beberapa katalis tentang desain domain :
1. Artikel 1994 di tulis oleh BF Skimer pada “ the schience of learning and the art of teaching “ dan teorinya tentang program intruksional.
2. Book 1969 di tulis oleh Herbert Simon pada “ the cinces of artificial” yang membahas karakteritik umum dari sebuah preskriftif desain.
3. Pendirian pusat disain intruksional pada tahun 1960 an tentang pengembangan material dan program-program intruksional.
Domain Desain
Disain :
1. Sistem Disain Intruksional
2. Desain Pesan
3. Strategi Intruksional
4. Karakteristik Pelajar
Desain adalah proses sfesifikasi kondisi untuk belajar. Tujuan desain adalah untuk menciptakan strategi-strategi dan hasil-hasil pada tingkat makro, seperti program-program dan kurikulum sedangkan pada tingkat mikro seperti pelajaran-pelajaran dan modul.
D. Disain Sistem Intruksional
Disain system intruksional ialah prosedur yang terorganisir yang meliputi langkah-langkah analisis disain, pengembangan, inflementasi dan evaluasi Inruksional.
- Desain Pesan
Disain pesan melibatkan perencanaan untuk memanifulasi bentuk-bentuk fisik dari pesan, ini mencakup prinsip-prinsip dari perhatian, persepsi, ingatan yang menunjukkan spesifikasi pada bentuk-bentuk fisik pesan yang membantu komunikasi antara sender dan receiver.
- Strategi Intruksional
Strategi Intruksional adalah spesifikasi untuk penyeleksi dan mengatur kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan dalam suatu pelajaran.
- Karakteristik pelajar
Karakteristik pelajar adalah masalah-masalah dan latar belakang pelajar yang mengganggu kefektifan proses belajar.
E. Model dan Permasalahan
Model dan Permasalahan dalam kelompok domain disain adalah sekitar penggunaan model disain sistem intruksional, tradisional, aplikasi teori belajar terhadap diasin dan pengaruh teknologi pada proses disain. Salah satu permasalahan yang sangat penting adalah keutuhan teori yang berhubungan dengan klasifikasi belajar pada pemilihan media.
Melihat masalah-masalah yang lain, ada kemungkinan bahwa praktioner hanya menekankan terhadap langkah-langkah disain umum yang sesuai dengan model I SD dan kemudian mengabaikan prinsip-prinsip umum belajar.
F. Pengembangan Domain
Dasar untuk pengembangan domain adalah bidang produksi media dan selama bertahun-tahun kemampuan media menyebabkan adanya perubahan dalam domain.
Dalam pengembangan domain, ada hubungan kompliks antara teknologi dan dan teori yang menjalankan domain pesan dan strategi instruksional, pada dasarnya pengembangan domain dapat di gambarkan dengan :
- Pesan yang ada pada konteks
- Strategi Intruksional yang menjalankan teori
- Manifestasi fisik teknologi, hadware, sofwere dan materi Instruksional.
Pengembangan domain dapat di bagi menjadi 4 kategori :
1. Teknologi menjadi dasar kategori lain
2. Teknologi Audiovisual
3. Teknologi Komputer
4. Teknologi Terpadu
1. Teknologi Cetak
Teknologi cetak adalah cara memproduksi atau mentramsperkan bahan-bahan seperti buku-buku, dan alat-alat peraga pada dasarnya melalui proses fotografer dan percetakan.
Teknologi Cetak mempunyai karakteristik Sbb :
- Teks di baca secara linier sedangkan visual di baca dengan scanning.
- Biasanya mempunyai komunikasi yang reseftif
- Mempunyai visual yang statis
- Pengembangannya berdasarkan prinsip-prinsip linguistik dan persepsi visual
- Berpusat pada belajar
- Informasi dapat di reoganisir atau di rektrunsi oleh pemakai.
2. Teknologi Audiovisual
Teknologi audiovisual adalah metode untuk memproduksi atau menstranferkan materi pengajaran dengan menggunakan mekanik atau mesin dalam mewakili auditory dan pesan visual.
Teknologi Audiovisual cndrung mempunyai karakteristik sbb :
- Prasanya bersifat linier
- Menciptakan visual yang dinamik
- Di gunakan sebagai penentu awal oleh desamer
- Menciptakan ide yang lebih abstrak
- Dikembangkan sesuai dengan prinsip-prinsip teori tingkah laku dan psikologi koknitif
- Guru sebagai pusat perhatian dan interaksi sesama pelajar kurang
3. Teknologi Komputer
Teknologi komputer adalah metode atau cara untuk memproduksi atau menstranferkan materi pengajaran dengan menggunakan mikropessor teknologi, komputer ini berbeda dengan teknologi lainnya karena disini informasi di masukkan komputer dalam bentuk data bukan visual.
Umumnya teknologi komputer baik hadware maupun sofwere mempunyai karakteristik sbb :
- Dapat di gunakan secara random dan juga linier
- Dapat di gunakan sesuai dengan kegunaan pelajar tetap pada program yang sudah ada
- Pengembangannya selalu berdasarkan prinsip-prinsip pengetahuan koknitif
- Kegiatan belajar berpusat berspusat pada pelajar dan memberi kesempatan interaksi yang minim.
- Biasanya ide yang di hasilkan bersifat abstrak dengan kata-kata dan simbol maupun berbentuk grafik.
4. Teknologi Terpadu
Teknologi terpadu adalah metode atau cara untuk memproduksi atau menstranferkan pengetahuan yang mencakup beberapa bentuk dengan kontrol sebuah komputer.
Teknologi terpadu mempunyai karakteristik sbb :
- Dapat di gunakan secara random
- Dapat digunakan siswa sesuai sesuai dengan keinginan
- Ide yang di hadirkan dalam konteks sering berdasarkan pengalaman-pengalaman pelajar itu sendiri
- Dalam pengembangannya serta penerapannya selalu berdasarkan prinsip-prinsip pengetahuan koknitif
- Pusat perhatian adalah pelajar sehingga dapat mengembangkan pengetahuan pelajar.
- Materi dapat mempengaruhi pelajar mengadakan saling interaksi sesama mereka
- Materi bersifat terpadu dan berasal dari berbagai sumber media.
G. Domain Utilisasi ( Domain of Unitization )
Ada 4 sub kategori dalam domain Unitization yaitu : Difusi Inovasi, Implementasi, Kebijaksanaan, dan peraturan-peraturan.
Unitization adalah aksi dari penggunaan proses dan sumber untuk pelajaran semua metode ini di gunakan untuk mencari materi dan kegiatan yang sfesifik, mepersiapkan pelajar untuk saling berinteraksi, menyediakan mimbingan selama proses belajar mengajar, mencapai hasil serta penggunaan prosedur dan organisasi.
H. Domain Penggunaan
Domain Pengguanaan dapat di kelompokkan menjadi :
- Penggunaan Media
Penggunaan media adalah penggunan media secara seistematik dari sumber yang di tunjukan bagi pelajar.
- Difusi Inovasi
Difusi Inovasi adalah proses komunikasi melalui strategi-strategi yang telah di rancanakan untuk tujuan adopsi.
- Implementasi dan Institut
Implementasi adalah penggunaan materi dan strategi intruksi dalam situasi yang lebih nyata ( bukan setting simulasi )
Sedangkan intruksional adalah kelanjutan, penggunaan inovasi instruksional dalam bentuk dan budaya organisasi. Kedua metode tergantung pada perubahan individu pelajar serta perubahan dalam organisasi.
- Kebijakan dan peraturan-peraturan
Kebijakan dan peraturanperaturan adalah aturan-aturan dan aksi masyarakat yang mempengaruhi difusi dan penggunaan teknologi Instruksional
- Trends dan Issue
Trends dan Issue dalam domain penggunaan sering berpusat pada kabijaksanaan dan regulasi yang mempengaruhi penggunaan, difusi, implementasi dan instruksional
I. Domain Manajemen
Konsep manajemen adalah integritas pada bidang teknologi intruksional dan aturan-aturan yang di dirikan oleh banyak ahli instruksional.
Sebagai kesimpulan ada 4 sub kategori dari manajemen domain yaitu :
1. Manajemen Proyek
2. Manajemen Sumber
3. Manajemen sistem delivery dan
4. Manajemen informasi
1. Manajemen Proyek, perencanaan Monitoring dan Perubahan disan Instruksional dan Pengembangan Proyek sesuai dengan Rothwell dan Kosanas ( 1992 ), manajemen proyek berbeda dari manajemen tradisional yang termasuk dalam manajemen staff karena:
a. Proyek mungkin baru, team jangka pendek
b. Manajer proyek sering kurang autoritas karena mereka sebagai pemimpin sementara
c. Manajer proyek menikmati Kontrol dan fleksibilitas dari pada staff organisasi
2. Resource Management
Resource Management mencakup, perencanaan, pencatatan, pengawasan, sumber-sumber pembantu dan pelayanan.
3. Delivery Sistem Managemen
Delivery Sistem Managemen meliputi bidang : perencanaan, pencatatan, pengawasan, metode-metode yang di gunakan dalam teknologi instruksional.
4. Manajemen Informasi
Manajemen Informasi mencakup : perencanaan, pencatatan, pengawasan, penyimpanan, transfer dan proses informasi dalam menyederhanakan sumber-sumber bagi pelajar.
J. Domain Evaluasi
Pengertian evaluasi secara luas adalah penelitian terhadap kegiatan-kegiatan manusia. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu mengadakan penilaian terhadap semua kagiatan atau kejadian sesuai dengan sistem penilaian yang berlaku.
Evaluasi menggunakan metode penyelidikan dan keputusan :
1. Standar Penilaian
2. Mengumpulkan informasi yang relevan
3. Menggunakan standar-standar penilaian untuk menentukan kualitas
Evaluasi terbagi atas :
- Evaluasi program
Evaluasi yang menilai kegiatan-kegiatan belajar yang menyediakan pelayanan dasar termasuk kurikulum
- Evaluasi proyek
Evaluasi yang menilai kegiatan-kegiatan yang di rencanakan dalam suatu periode tertentu dalam melaksanakan tugas tertentu
- Evaluasi materi
Evaluasi yang menilai kebaikan atau kelakan konteks atau materi pembelajaran.
K. Problem Analisis
Problem analisis mencakup penentuan dasar dan parameter dari masalah-masalah dengan menggunakan pengumpulan informasi dan strategi pengambilan keputusan.
L. Kriteria Penilaian
Criteria pengukuran mencakup teknik-teknik untuk menentukan kemampuan pelajar terhadap konteks yang sudah disfesifikasi
Melalui kriteria itu pelajar mengetahui seberapa jauh mereka mengetahui pelajaran, item ini digunakan untuk mengukur apakah pelajaran pengantar telah diketahui dengan baik
M. Evaluasi Formatif dan Sumatif
Evaluasi formatif mencakup pengumpulan informasi dan penggunaan informasi ini sevagai dasar pengembangan yang lebih jauh. Evaluasi sumatif mencakup pengumpulan informasi dan menggunakan informasi ini membuat keputusan tentang penggunaan.
Ada perbedaan metode-metode yang digunakan dalam evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif mengacu pada teknik rengulangan atau tetorial. Dilaksanakan dalam kelompok kecil atau besar.
Sedangkan evaluasi sumatif memerlukan prosedur yang lebih formal. Dan metode pengumpulan data yang formal. Evaluasi sering di pakai dalam perbandingan study.












Bab III
Penutup


A. Kesimpulan
Dari beberapa pembahasan yang telah kami tulis kami akan menarik kesimpulan bahwa Domain Teknologi Instruksional ialah bahwa Domain ini mengandung lima unsur penting yaitu : Disain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Dan ada beberapa fungsi Domain dalam penggunaannya di dunia pendidikan ialah antar lain : Untuk melengkapi tugas-tugas sebuah bidang di butuhkan suatu fasilitas, pengembangan teori dan prkatek yang di tujukan untuk mengidentifikasikan dan mengorganisasikan. Adapun Domain Evaluasi ialah penelitian terhadap kegiatan-kegiatan manusia. Dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu mengadakan penilaian terhadap semua kagiatan atau kejadian sesuai dengan sistem penilaian yang berlaku. Dan ada dua evaluasi yang sering di gunakan dalam penilaian ialah evaluasi sumatif dan evaluasi formatif
B. Saran
Kami atas nama penyusun berharap agar makalah yang kami susun dapat di kuasai terutama bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca. Kami sangat menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka kami harap dari berbagai pihak untuk memberi saran yang dapat membantu penulisan ke arah yang lebih baik.




Daftar Pustaka


- Teknologi Pembelajaran Defenisi dan kawasannya Barbara B. Seel Rita C. Rickey Jakarta 10-03-2008
- Frof.Dr. H. Ramayulis Ilmu Pendidikan Islam Kalam Mulia Jakarta 2008

Makalah Kelompok I Semester IV C

Tugas Mahasiswa STAI SMQ Bangko
Semester IV C
Teknologi Pendidikan



"DEFENISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN"

Di Susun oleh
Kelompok I

1) SUGITO
2) SITI NUR ASIAH
3) M. FADLI
4) SOFIAN
5) SARBAINI
6) MISRALAINI
7) REZA FAHLEFI
8) ASPARO JENNI
9) RIDHO ROMADHONA












KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kehilafan dan kekurangan, namun penulis tetap berharap agar makalah ini memberikan gambaran Tentang DEFENISI 1994 kepada kita semua.
Harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Kritik dan saran dari para pembaca dan Dosen Pembimbing sangat kami butuhkan, demi untuk kedepanya agar lebih baik dari yang sekarang ini, atas partisipasi do’a dan dukungannya kepada penulis penulis ucapkan terimakasih.


Bangko, Maret 2009

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ……………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……………………… iii
B. Rumusan masalah ……………………… iii
C. Tujuan ……………………… iii

BAB II PEMBAHASAN
1. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 1
2. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 2
3. Orientasi Defenisi …………………………. 3
4. Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi …………… 3
5. Komponen-Komponen Defenisi ……………………… 5
6. Evolusi Jenis Defenisi ……………………… 7
7. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………. 14
KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

B. Batasan Masalah
Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik.

C. Tujuan Masalah
Dalam penulisan makalah ini kami mengharapkan semua dosen yang akan mengajar mahasiswa nanti dapat mengajarkan dan menjelaskan pada siswa dengan jelas agar mahasiswa dapat memicu susksesnya suatu proses dalam belajar.

PEMBAHASAN
DEFENISI 1994

1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
 Jenis pengertian defenisi
Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengetrian defenisi umum dan defenisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan defenisi untuk dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defenisi umum menerangkan bagaimana sebuah istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan.
Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini :
o Teknologi instruksional telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahun.
o Pembaharuan defenisi dari suatu bidang harus meliputi semua bidang.
o Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi.
o Seluk beluk defenisi ini memang sulit untuk diberikan penjelasanya.

2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan.
Ini bahwa tampaknya kedua kelompok ini telah menggunkan rasio yang sama untuk menentukan penggunaan istilah yang berbeda. Istilah teknologi pendidikan cukup lama digunakan di inggris.

Manusia sebagai mahluk yang komlek mempunyai hubungan pada setiap proses. Interprestaasi seperti ini memungkinkan teknologi pendidikan melaksanakan pendidikan melalui media massa dibantu dengan sistem instruktudional dan manajemen. Istilah teknologi dalam dunia pendidikan digunakan untuk menerapkan atau menggambarkan teknologi instrusional ditentukan sebagai bagian dari teknologi pendidikan.
Sejak tahun 1977, perbedaan kedua istilah ini mulai menghilang. Sekarang ini istilah baru digunakan menggambarkan proses aplikasi teknologi dan alat peraga untuk memedahkan masalah-masalah instruksional dan belajar.

3 ORIENTASI DEFENISI
Sesuai dengan pendapat Mokyr arnold Toynbee sedangkan sejarah Inggris mengatakan bila semakin dinamik pemikiran manusia berarti kreativitas masyarakat semakin kompleks. Masyarakat yang hilang kemampuanya untuk merubah dan menciptakan sesuatu mereka dianggap ketinggalan zaman (Toynbee : 1957).

4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Teknologi instruktional yang paling baru, Saeetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-ahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih.
Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran.

a. Konsep sistematik
Rogers, P. 12 dia mengatakan bahwa teknologi biasanya mempunyai dua komponen yaitu : aspek perangkat keras (hadware) seperti alat-alat bantu belajar, dan perangkat lunak (sofware) seperti informasi.
Dibawah ini ada salah satu dari beberapa pengertian/ defenisi teknologi instruktional yang dikemukakan oleh cass centry (1991) yaitu;
 Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen.


b. Struktur Defenisi
Struktur Defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi tahun 1970-an. Struktur defenisi tahun 1994 agaknya ersifat tradisional. Sedagkan defenisi 1970-an menggunakan berbagai macam media termask komputer dan televisi tergantung dengan guru. Namun sekarang ini tidak hanya menggunakan media saja tetapi menggunakan materi pelajaran yang berfariasi.

5 KOMPONEN-KOMPONEN DEFENISI
Figure 1.1
The defenition Of Instruktional Technologi.
Instruktional tecnologi is the teory and practicce of desing, defelopment, utilization, management, and evaluation of proses and resources of learning.









a. Teory dan praktek
Teori meliputi konsep-kosep, struktur, prinsip, dan profesional yang mengontribusi pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. Praktekdapat juga digunakan untuk menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman.

b. Design, pemngembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi
Pengertian design cenderung mengharap kepad teori teknologi instrutional, daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian dalam pelaksanaannya terkadang ada yang kurang diperhatikan para profesional. Istilah manajement selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik.

c. Proses-Proses dan Sumber-Sumber
Proses adalah operasional atau aktifitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Contoh proses sebagai pengirim sistem jarak jauh (teleconferencing), jenis intruksi seperti belajar sendiri (independent study).
Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instrukstional. Sumber-sumber bukan hanya sebagai alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajr, tetapi juga orang anggaran dan fasilitas.

d. Pembelajaran (For Learning)
Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan ini diuangkapkan untuk menekankan hasil belajar (learning outcomes)dan menjelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan instruksional adalah belajar. Belajar adalah suatu peroses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional.

6 EVOLUSI JENIS DEFENISI
Defenisi 1994 yang melibatkan dari defenisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan defenisi tersebut dalam pendidikan.

latar Belakang Sejarah
Seattler (1990) tampaknya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sumber istilah “teknologi instruksiopnal” tidak jelas siapa yang pertama sekali menemukan istilah tersebut, kita mempunyai bukti tertulis bahwa Franklin Bobitt dan Engineering pada tahun 1920. pertama setelah pengarang ini mendengar istilah “teknologi pendidikan” (educational Tecnology) digunakan oleh w.W. Charters dalm satu kesempatan wawancara dengan pengarang ini tahun 1948…. Kemudian James D. finn menggunakan istilah teknologi instruksional, pertama sekali diterbtkan NEA, salah satu sponsor Technological Development Project tahun 1963. namun demikian, fokus dari aplikasi adalah audiovisual communications (Saettler, 1990. P. 17)

7 DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL
Defenisi AECT’s, 1963. banyak sekali defenisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut dipertimbangkan sebagai literatur. Diantaranya adalah defenisi menurut The Technological Development project Of National Education Assoiation:
Komunikasi audio visual merupakan cabang teori pendidikan praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar-mengajar ini berarti : (a) bidang pendidikan yang unik dan relatif kuat dan kelemahan piktorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar, (b). dalam lingkungan pendidikan. Ini termask perencanaan, produksi, seleksi manajement, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional.
Istilah teknologi dalam arti luas menurut Assosiation for Educational Comunication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek yang terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organnisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving. Mengevaluasi dan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia .

8 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970
Usaha utama yang menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi Teknologi Instruksional. Dan dapat didefienisikan sebagai berikut :
1 Secara umum inibahwa kelahiran media komunikasi yang digunkan untuk tujuan instruksional dari guru, buku tek dan papan tulis. Disamping itu teknologi dilengkapi juga dengan televisi, fil, projektor, komputer dan item lain yang masih banyak lagi.
2 Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengefaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering diseut dengan tujuan ksusus.

Defenisi selanjutnya merupakan defenisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan disekolah-sekolah

a. Defenisi Silber 1997
Defenisi ketiga adlaah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai AECT communicate in defenition dan technology. Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, efaluasi, suport, dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang , bahan, alat peraga, teknik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personal).
Pada aturan-aturan dan omponen-komponen pembuat banyak inferensi ahwa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah ini masalah diperkenalkan oleh defenisi Silber dan defenisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi.

b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977
Deefnisi ini berasal dari United Kingdom. Ini sifatnya sangat sederhana, tetapi ini nampaknya terlalu luas untuk digunakan menggambarkan pengertian teknologi pendidikan.
Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (Ely, 1973,P.52).
Teknologi pendidikan merupakan study sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “Defenisi sebelumnya meliputi istilah, “mesin”, instrumen” atau “media”, sedangkan dalam defenisi MacKinzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak ataupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses.


c. Defenisi AECT 1972
Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on defenition and Tecnology yang aktif pada waktu itu.
Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar yang melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen. (AECT, P. 6)

d. Defenisi AECT 1977
Defenisi dituliskan dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah :
Teknologi pendidikan suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, , p. 1)




Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi.
1) Pendekatan yang sistematik
2) Perangkat pengetahuan
3) Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan. (Ely, 1973.)

Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik.
Bedasarkan defenisi AECT 2004 (AECT Defenition and Terminologi Committee Documen) teknologi pendidikan adalah :
Educational technology is the study and ethical practice of facilitating and inprofing performance by creating, using, and managing appropriate technologycal proses and resources. (teknologi pembelajaran adalah study dan etika praktek untuk mefasilitasi pembelajaran dan mengingatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumberdaya teknologi.)
Defenisi ini mengandung beberapa elemen kunci:
Study :pemahaman teoritis sebagai mana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukankontruksi dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup dalam istilah study.
Praktek. Mengacu kepada standar etika praktis sebagaimana didefenisikan oleh AECT mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan. Fasilitasi pergeseran paradigma mengearah pada kepemilikan dan tanggung jawab kepada pembelajaran yang lebih besar telah benyak merubah teknlogi dari pengontrol menjadi pem-fasilitasi. Pembelajaran pengertian pembelajaran saat ini sudah berubah menjadi dari beberapa puluh tahun yang lalu. Pembelajaran yang selain dari berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman. Penigkatan peningkatan berkenaan dengan perbaikan produk yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif, perubahandalam kepabilitas yang membaca dampak pada aplikasi dunia nyata. Kinerja kinerja berkenaan dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan yang baru didapatkannya.
Berdaarkan defenisi 1994, Teknologi Pembelajaran adalah : teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen defenisinya adalah : Teori dan Praktek : desain, pengelolaan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian : proses dan sumber : untuk keperluan belajar.
Perbedaan kedua defenisi adalah :
Defenisi 1994 :
1. Menekankan pada teori dan praktek
2. Pokok kegiatan adalah desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian.
3. Tujuan untuk keperluan beljar
4. Utilitasi proses dan sumber belajar.

Defenisi 2004 :
1. menekankan pada stusi dan etika praktek.
2. penciptaan, pengaturan dan penggunaan
3. tujuan memfasilitasi pemelajaran
4. utilitasi proses dan sumber daya teknologi
Untuk point 1, defenisi 1994 sudah lebih spesifik, karena menekankan pada studi dan etika praktek. Point 2 defenisi 2004 memiliki kekurangan karena tidak mencakup untuk penilaian. Poin 3, sudah berkenaan dengan perubahan paradigma, dimana teknologi pembelajaran hanya memfasilitasi pembelajaran artinya faktor-faktor lain dianggap sudah ada. Poin 4, defenisi 2004 sudah lebih luas karena dikelola bukan hanya semata proses dan sumber beljar, tetapi sudah lebih jauh mencakup proses dan sumber daya teknologi.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa defenisi 2004 sudah mencakup aspek etika dalam profesi, peran sebagai fasilitator dan pemanfaatan proses dan sumber daya teknologi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1 ASUMSI-ASUMSI PENGERTIAN DEFENISI
Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan.

3 ORIENTASI DEFENISI

4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran.

5 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970
a. Defenisi Silber 1997
b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977
c. Defenisi AECT 1972
d. Defenisi AECT 1977










DAFTAR PUSTAKA

Martinis Yamin, Drs. Teknologi Pendidikan (Defenisi dan Domain Lapangan ). Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri STS Jambi. 1998
www.geocities.com
http://hozonk.blogspot.com/2007/II/sejarah perkembangan defenisi-teknologi.Html.
Drs, Fatah Syukur NC, M.Ag. Teknologi Pendidikan. Rasail Media Group. Edisi Kedua Cet. 1 ; Agustus 2008

Senin, 06 April 2009

Makalah Kelompok II Semester IV C

BAB I Pendahuluan A. latar Belakang Dalam hasil rised atau penelitian dari dunia pendidikan yang ada dalam pendidikan di Indonesia khususnya dan tepatnya di lingkungan pedesaan, kurangnya pemahaman mengenai hal teknologi pendidikan, seperti di ketahui pada zaman 1990 an di daerah pedesaan jarang sekali di temukan teknologi pendidikan yang di gunakan dalam menyampaikan materi pengajaran, dalam hal ini sebenarnya pendidikan yang di terapkan haruslah memanfaatkan teknologi yang telah berkembang, maka dari itu bagi calon pendidik khususnya yang ada di perguruan STAI perlu di kenalkan dengan teknologi pendidikan, B. Rumusan masalah Adapun yang akan di bahas dalam makalah ini defenisi atau pengertian setiap domain, sub kategori domain, dan konsep-konsep pendukung domain. sebagai rumusan masalah ialah fungsi domain dalam dunia pendidikan dan hubungan antara domain, dan bagaimana penggunaan domain dalam pembelajaran di dalam melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Dan bagaimana cara melakukan proses penilaian setelah melaksanakan kegiatan belajar ( evaluasi ) pada hasil pembelajaran. C. Tujuan Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini ialah agar maha siswa khususnya di STAI mengenal dan dapat menggunakan teknologi, seperti yang akan kami bahas dalam makalah ini mengenai Domain teknologi Instruksional. Dan umumnya bagi pembaca setidaknya dapat mengenal walaupun hanya dengan membaca dan dapat menggunakan dengan mempraktekkan teknologi Pendidikan. Bab II Pembahasan Domain Teknologi Intruksional Defenisi 1994 terdiri dari lima bagian utama yaitu : Disain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Inilah yang di sebut dengan Domain Teknologi Instruksional. A. Aturan Domain Fungsi-Fungsi Domain Untuk melengkapi tugas-tugas sebuah bidang di butuhkan suatu fasilitas, pengembangan teori dan prkatek yang di tujukan untuk mengidentifikasikan dan mengorganisasikan hubungan antara domain, taksonomi atau klasifikasi sering di gunakan menyederhanakan hubungan antara domain. Taksonomi adalah klasifikasi berdasarkan hubungan ( Carrier dan Sales, 1987 : Knezek, Rachlin dan Schannel 1988, Kozman dan Bangert Down, 1987 ) berdasarkan hubungan ( relationskep ) Bejamin Bloon membedakan antara sebuah taksonomi dan skema klsifikasi yang lebih sederhana sesuai dengan pendapat bloon suatu taxsonomi : 1. Tidak boleh mempunyai elemen yang berubah-ubah. 2. Harus sesuai dengan istilah yang sudah ada 3. harus konsistem dengan pandangan teori teknologi Instruksional Tugas utama adalah menentukan taxsonomi untuk menyeleksi simbol-simbol yang sesuai, memberikan dan memperhatikan konsensus kelompok yang harus di gunakan ( Bloom : 1956 ) Freishan dan Avantance ( 1984 ) menyimpulkan keuntungan pengembangan taxsonomi ferform manusia : 1. Membantu pelaksanaan pengulangan literatur 2. Menciptakan kafasitas yang di tujukan untuk menyelesaikan tugas-tugas baru. 3. Membuka ruang pemisan pengetahuan dengan mengidentifikasi kategori dan sub-kategori pengetahuan dan mempromosikan teori evaluasi dan diskusi 4. Membantu pengembangan teori dengan meng evaluasi sejauh mana keberhasilan teori pengumpulan observasi dalam pelaksanaan teknologi instruksional. Menurut Yacobs ada 3 ( tiga ) fungsi Domain : 1. Fungsi Manajemen 2. Fungsi pengembangan sistem peforma 3. Komponen-komponen sistem performa manusia B. Hubungan Antara Domain Hubungan antara domain bersifat sinergik sebagai contoh praktiner yang sedang bekerja dalam mengembangkan domain, menggunakan teori dari desain domain seperti desain intruksional system dan teori desain pesan. Praktioner yang sedang bekerja mengembangkan desain domain menggunakan teori karekteristik media dan teori tentang masalah analisis, pengukuran serta evaluasi domain. Komponen hubungan antar domain di tunjukan pada gambar 2.2. hubungan antara domain teknologi instruksional. Jelas gambar 2.2. bahwa setiap domain mengkrontibusikan ke domain yang lain dan menyelidiki teori yang terkandung dalam domain, sebagai contoh teori umpan balik. C. Deskripsi Domain Domain Disain : 1. Sistem Disain Intruksional 2. Desain Pesan 3. Strategi Intruksional 4. Karakteristik Pelajar Desain adalah proses sfesifikasi kondisi untuk belajar. Tujuan desain adalah untuk menciptakan strategi-strategi dan hasil-hasil pada tingkat makro, seperti program-program dan kurikulum sedangkan pada tingkat mikro seperti pelajaran-pelajaran dan modul. Defenisi ini sesuai dengan defenisi Disain baru yang menunjuk pada penciptaan sfesifikasi ( Ellington dan Haris, 1986 ) Ruang lingkup Disain Instruksional diperluas dari sumber-sumber belajar atau komponen-komponen individu dari sistem ke pertimbangan dan lingkungan yang sistematik. D. Disain Sistem Instruksional Disain system intruksional ialah prosedur yang terorganisir yang meliputi langkah-langkah analisis disain, pengembangan, inflementasi dan evaluasi Inruksional. Analisa adalah suatu proses untuk menentukan materi apa yang harus di pelajari. Sedangkan disain adalah merupakan proses sfesifikasi bagaimana cara mempelajari materi tersebut. Pengembangan adalah proses menciptakan dan memproduksi materi-materi instruksional, sedangkan implementasi adalah bagaimana menggunakan strategi dan pengajaran, dan evaluasi adalah proses penentuan keberhasilan intruksional. E. Disain Pesan ( Message Design ) Disain pesan melibatkan perencanaan untuk manipulasi bentuk-bentuk fisik dari pesan ( Grabowski, 1991, p. 2006 ) Disain pesan berhubungan dengan pada hampir semua tingkat mikro melalui unit-unit kecil seperti : alat peraga, rangkaian, halaman dan layar. F. Strategi Intruksional Strategi Intruksional adalah spesifikasi untuk menyeleksi dan mengatur kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan dalam satuan pelajaran. Teori-teori strategi Instruksional meliputi : situasi belajar seperti belajar induktif, dan komponen-komponen proses belajar seperti motivasi dan elaborasi ( Reigelhut, 1987 ). G. Karakteristik Pelajar. Karakteristik pelajar adalah masalah-masalah dan latar belakang yang mengganggu ke efektipan belajar. Penelitian terhadap Karakteristik pelajar sering saling tindih dengan penelitian strategi instruksional, tetapi penelitian ni dilakukan untuk tujuan yang berbeda yaitu menggambarkan masalah-masalah pelajar yang perlu di perhitungkan waktu membuat disain satuan pelajaran. H. Model Dan Permasalahan Model dan Permasalahan dalam kelompok domain disain adalah sekitar penggunaan model disain sistem intruksional, tradisional, aplikasi teori belajar terhadap diasin dan pengaruh teknologi pada proses disain. Dick ( 1993 ) mengatakan Enhansed ISD yang bergabung dengan elemen-elemen dari pendekatan teknologi penilaian berusaha untuk mengurangi siklus waktu ISD. Tempat-tempat yang di tambahkan menenkankan penilaian sistem elektronik. Salah satu permasalahan yang penting adalah kebutuhan teori yang berhubungan dengan klasifikasi belajar pada pemilihan media. I. Pengembangan Domain Dasar untuk pengembangan domain adalah bidang produksi media dan selama bertahun-tahun kemampuan media menyebabkan adanya perubahan dalam domain. Walaupun adanya pengembangan buku teks alat peraga lainnya seperti film, tetapi ini berubah menjadi audiovisual pada teknologi instruksional modern. - Teknologi Cetak - Teknologi Audiovisual - Teknologi Komputer - Teknologi Terpadu Development adalah proses transfer sfesifikasi disain kebentuk-bentuk fisik. Dalam pengembangan domain, ada hubungan kompliks antara teknologi dan dan teori yang menjalankan domain pesan dan strategi instruksional, pada dasarnya pengembangan domain dapat di gambarkan dengan : - Pesan yang ada pada konteks - Strategi Intruksional yang menjalankan teori - Manifestasi fisik teknologi, hadware, sofwere dan materi Instruksional. Pengembangan domain dapat di bagi menjadi 4 kategori : 1. Teknologi Cetak Menjadi dasar kategori lain 2. Teknologi Audiovisual 3. Teknologi Komputer 4. Teknologi Terpadu 1. Teknologi Cetak Teknologi cetak adalah cara memproduksi atau mentramsperkan bahan-bahan seperti buku-buku, dan alat-alat peraga pada dasarnya melalui proses fotografer dan percetakan. 2. Teknologi Audiovisual Teknologi audiovisual adalah metode untuk memproduksi atau menstranferkan materi pengajaran dengan menggunakan mekanik atau mesin dalam mewakili auditory dan pesan visual. 3. Teknologi Komputer Teknologi komputer adalah metode atau cara untuk memproduksi atau menstranferkan materi pengajaran dengan menggunakan mikropessor teknologi, komputer ini berbeda dengan teknologi lainnya karena disini informasi di masukkan komputer dalam bentuk data bukan visual. 4. Teknologi Terpadu Teknologi terpadu adalah metode atau cara untuk memproduksi atau menstranferkan pengetahuan yang mencakup beberapa bentuk dengan kontrol sebuah komputer. J. Evaluasi Formatif dan Sumatif Evaluasi formatif mencakup pengumpulan informasi dan penggunaan informasi ini sevagai dasar pengembangan yang lebih jauh. Evaluasi sumatif mencakup pengumpulan informasi dan menggunakan informasi ini membuat keputusan tentang penggunaan. Ada perbedaan metode-metode yang digunakan dalam evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif mengacu pada teknik rengulangan atau tetorial. Dilaksanakan dalam kelompok kecil atau besar. Sedangkan evaluasi sumatif memerlukan prosedur yang lebih formal. Dan metode pengumpulan data yang formal. Evaluasi sering di pakai dalam perbandingan study. Bab III Penutup A. Kesimpulan Dari beberapa pembahasan yang telah kami tulis kami akan menarik kesimpulan bahwa Domain Teknologi Instruksional ialah bahwa Domain ini mengandung lima unsur penting yaitu : Disain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Kelima domain intruksional menunjukkan fungsi dan perbedaan masing-masing. Dan lagi pula semua domain ini mempunyai warna dan kesulitan tersendiri. Dalam hal ini menekankan teori taxsonomi dari struktur domain. Seseorang dapat melanjutkan proses defenisi dan mengembangkan tingkat-tingkat yang lebih sfesifik dari taxsonomy. Pekerjaan para ahli Intruksional yang akan datang akan membentuk defenisi dari sub-sub kategori dan bidang domain tersebut. B. Saran Kami atas nama penyusun berharap agar makalah yang kami susun dapat di kuasai terutama bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca. Kami sangat menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka kami harap dari berbagai pihak untuk memberi saran yang dapat membantu penulisan ke arah yang lebih baik. Daftar Pustaka - Teknologi Pembelajaran Defenisi dan kawasannya Barbara B. Seel Rita C. Rickey Jakarta 10-03-2008 - Frof.Dr. H. Ramayulis Ilmu Pendidikan Islam Kalam Mulia Jakarta 2008

Sabtu, 04 April 2009

Makalah Kelompok I Semester IV D

BAB I PENDAHULUAN Bila seseorang mengadakan perbandingan terhadap semua defenisi yang telah dibahas diatas, menjadi lebih jelas bahwa banyak konsep-konsep muncul dalam berbagai macam defenisi walaupun konteks dan pengertian konsep itu sangat bervariasi. Defenisi 1983 adalah berdasarkan teori dan praktek daripada fungsi-fungsi yang ditekankan pada defenisi yang baru. Pada tahun 1977 Ely membahas pendapat mengenai defenisi teknologi pendidikan menjadi 3 bagian, dia mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah : 1. Pendekatan yang sistematik 2. Perangkat pengetahuan 3. Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan (Ely, 1973) Defenisi 1994 menginterpretasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Teknolgi instruksional selalu mengalami proses perubahan berdasarkan penelitian. Misalnya pada tahun 1963 merumuskan pengertian pertama mengenai defenisi bidang ini, kemudian definisi ini diperbaharui sampai beberapa kali, dan setiap perubahan selalu menciptakan hal-hal yang baru. A. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan 2. Apakah yang dimaksud dengan Defenisi B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah dan pembelajaran teknologi pendidikan tentang "Defenisi Teknologi Instruksional" ini supaya kita dapat memahami dan mengerti lebih mendetail apa itu teknologi pendidikan. BAB II DEFENISI 1994 Teknologi instruksional merupakan teori dan praktek disain, pengembangan, penggunaan, manajemen dan proses-proses evaluasi belajar. Teknolgi instruksional selalu mengalami proses perubahan berdasarkan penelitian. Misalnya pada tahun 1963 merumuskan pengertian pertama mengenai defenisi bidang ini, kemudian definisi ini diperbaharui sampai beberapa kali, dan setiap perubahan selalu menciptakan hal-hal yang baru. 1. Asumsi-asumsi Pengertian Definesi. a. Jenis Pengertian Definesi Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengertian defenisi umum dan definisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terknadung di dalamnya. Sedangkan defenisi umum dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Definisi umum menerangkan bagaimana istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan. Menurut Scheffler ada 3 tipe definisi umum, yaitu : 1. Stipulasi (stipulative) 2. Deskreptif (descriptive), 3. Programik (programatica) Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter ini adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama ketentuan yang dimaksud adalah ; ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (view point), pendengar dan kharakteristiknya. Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini :  Teknologi istruksional (perintah) telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi.  Pembaharuan defenisi ini dari suatu bidang harus meliputi semua bidang atau faktor-faktor yang berhubungan dengan para pelaksana dan pelajar.  Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi.  Seluk beluk definisi inikadang tidak dapat jelas kita mengerti dengan tipe profesional teknologi intruksional bila tidak dibuat penjelasan yang lebih luas. 2. Teknologi Pendidikan dan Intrusional Setiap orang yang ingin mempersiapkan instruksional harus mempunyai paling sedikit 2 (dua) petunjuk, yaitu : 1. Kata "Instruksional" lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi. 2. Mereka mengatakan bahwa istilah "Instruksional" lebih sesuai karena banyak sekali pendapat atau sekolah yang menggunakan pengertian instruksional. Knirk dan Gustfson 1999 mengatakan bahwa pada dasarnya istilah "Instruksional" dikaitkan dengan istilahmengajar (teaching) dan masalah-masalah belajar (learning problem), sedangkan istilah "Pendidikan" terlalu luaas, mencakup semua aspek pendidikan. Profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan, berarti istilah ini memperluas pengertiannya (Association for Educational Communication and Technology, 1977 : Seattler, 1990). Istilah "Teknologi Pendidikan" cukup lama digunakan di Inggris, sedangkan istilah teknologi instrusional sekarang ini kebanyakan dipakai di Amerika Serikat. Sistem pembelajaran difokuskan pada kegiatan-kegiatan dan konsep-konsep mengenai instruksional. baru-baru ini istilah "Teknologi Pendidikan" dan "Teknologi Instruksional" digunakan bergantian oleh para profesional dalam bidang pendidikan. 3. Orientasi Pendidikan Cara specialist Audiovisual melihat potensi permainan (game) dan simulasi sangat penting dalam pendidikan, tetapi bukan video game. Langkah-langkah disain instruksional lambat laun semakin sederhana pengertiannya. Seseorang cukup hanya menguasai beberapa tekik dan sedikit teori. Jika masyarakat merumuskan penegrtian pendidikan dan teknologi semakin beragam. Tahun 1990-an menjadi salah satu teknologi kreativitas. Joel Molar, seorang ahli ekonomi dari Northen University percaya bahwa diversity merupakan kunci melanjutkan teknologi kreatrivitas dalam perkembangan suatu budaya. 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Saettler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-keahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih. a. Konsep Sistematik Konsep sistematik ini termasuk dalam definisi teknologi yang disebut Rogers. Rogers mengatakan bahwa teknologi adalah sebuah disain instrumen berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab-akibat yang dilibatkan, termasuk dalam pencapaian hasil yang diharapkan (Rogers, P. 18). Dibawah ini beberapa pengertian teknologi instruksional yang dikemukakan Cass Centry (1991), yaitu : 1. Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen. 2. Yang berhubungan dengan seluruh metodologi dan teknik-teknik yang digunakan dalam usaha penerapan prinsip-prinsip instruksional. 3. Suatu usaha dengan atau tanpa mesin, menyediakan atau mencipatkan individu yang diharapkan dapat merubah tingkah laku setiap individu. 5. Komponen-komponen Definisi a. Teori dan Praktek Para professional harus mempunyai dasar pengetahuan yang mendukung praktek. Setiap desain teknologi instruksional meliputi bidang pengetahuan, yaitu penelitian dan pengalaman. Hubungan antara teori dan praktek sangatr berpengaruh sekali dalam pengembangan instruksional. Teori meliputi konsep-konsep, struktur, prinsip dan profosisi yang mengkontribusikan pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. b. Desain, Pengembangan, Penggunaan, Manajemen dan Evaluasi Istilah-istilah ini menunjuk pada dasar pengetahuan dan fungsi-fungsi yang dilaksanakan para profesional dalam bidang pendidikan. Kelima istilah ini menjadi dasar teknologi instruksional. Setiap fungsi mempunyai scope dan keunikan tersendiri. Pengertian desain cenderung mengharap kepada teori teknologi instruksional daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan merupakan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian kadang-kadang dalam pelaksanaannya ada yang tertinggal atau kurang diperhatikan para profesional. c. Proses-proses dan Sumber-sumber. Istilah ini mencakup elemen tradisional dari definisi proses dan produk. Proses adalah operasional atau aktivitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Pross meliputi masukan (input), aksi (actions) dan hasil (out put). Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar, termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instruksional. Perkembangan desain dipengaruhi proses pembuatan materi instruksional komunikasi, sumber-sumber bukan hanya merupakan alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga orang, anggaran dan fasilitas. Resources dapat berupa hal-hal apa saja yang membantu individu untuk belajar. d. Pembelajaran (For Learning) Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan atau istilah ini dipilih untuk menekankan hasil belajar (learning out comes) dan mejelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan istruksi berarti belajar. Belajar adalah suatu proses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional. Dalam definisi, belajar (learning) secara relatif berkenaan dengan perubahan pengetahuan dan tingkah laku seseorang berdasarkan pengetahuannya (mayer, 1982, p. 140). 6. Evolusi Jenis Definisi Definisi 1994 yang melibatkan dari definisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan definisi tersebut dalam pendidikan. Latar belakang Seattler (1990) tampaknya mengalamai kesulitan untuk mengidentifikasi sumber-sumber istilah "Teknologi Instruksional"Tidak begitu jelas siapa pertama kali menggunakan istilah "Teknologi Intrusional". Kita mempunyai bukti tertulis bawa Franklin Bobitt dan W.W. Charter pernah memakai istilah educational engineering pada tahun 1920. Educator seperti John Dewey (1916), William Heard Kilpatrick (1925) dan W.W. Charters (1945) membuat (laid) dasar konsep teknologi pendidikan. Tetapi pada dasarnya ide konsep teknologi modern terjadi waktu perang dunia ke dua. Sedangkan proses definisi teknologi instruksional mempunyai akar dalam praktek pendidikan dari instruksional melibatkan komunikasi audiovisual (Seattler, 1990). Menurut kepercayaan Dale simbol dan ide abstrak lebih mudah dimengerti dan diterima olehpelajar (learner) jika mereka diajar/dibangun mulai dari pengalaman nyata. Finn berpendapat bahwa komunikasi audiovisual menjadi sebuah profesi yang harus dikembangkan dengan teori, penelitian dan teknik (Finn, 1953). 7. Defenisi Teknologi Instruksional Defenisi AECT’s 1963. Banyak sekali definisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut di pertimbangkan sebagai literatur. Definisi pertama menurut the technological Development Project of National Education : Komunikasi audiovisual merupakan cabang teori pendidikan, praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar mengajar ini berarti : (a) Bidang pendidikan yang unik dan relative kuat dan kelemahgan antara pictorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar. (b) Struktur dan sistematik pesan pengajar atau instrument dalam lingkungan pendidikan. Ini termasuk perencanaan, produksi, seleksi manajeman, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional. 8. Komisi Pada Definisi Teknologi Instrusional 1970 Usaha utama yang kedua untuk menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi teknologi instruksional. Laporan komisi ini bahwa istilah ini dapat di defenisikan dengan dua cara : 1. Secara umum ini berarti bahwa kelahiran media komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan instruksional dari guru, buku teks dan papan tulis. Disamping itu teknologi instruksional dilengkapi dengan : televisi, film, projektor, komputer dan item lain seperti hardware dan software pendidikan. 2. Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendisain, membawa, dan mengevaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering disebut ujuan khusus. Berdasarkan penelitian dengan manusia dan komunikasi atau kombinasi manusia dan sumber-sumber manusia dapat membuat instruksi lebih efektif (commision Instruksional Technology, 1970, p. 21). Ada banyak aspek baru yang mendukung defenisi tersebut. Pertama, ada ide yang mengatakan bahwa teknologi instruksional harus mencakup tujuan khusus. Kedua, ada pendapat yang mengatakan metode dan teknik yang digunakan untuk mengajar tujuan khusus harus berdasarkan ungkapan "Instruksi yang lebih efektif" a. Defenisi Silber 1970 Defenisi ketiga adalah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai pemimpin AECT . Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, evaluasi, support dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang, bahan, alat peraga, tehnik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personil). Banyak inferensi bahawa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah masalah diperkenalkan oleh definisi Silber dan definisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi. b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 Defenisi ini berasal dari United Kigdom. Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khsuus (Ely, 1973, p. 52). Pada defenisi sebelumnya termasuk kata "machine", "instruments", atau "media". Pertama defenisi ini tidak mengatakan perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (sofware) pendidikan. Proses ini berdasarkan bidangnya masing-masing ; walaupun harware bisa dianggap sebagai bagian dari peralatan. Mackenzie dan Eraut menyarankan teknologi instruksional dipakai dalam bidang akademik dan disiplin ilmu pengetahuan. c. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh the association dan dikembangkan oleh the committee on defenition and technology yang aktif pada masa itu. Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen (AECT, 1972, p. 36) Defenisi ini menetapkan bahwa teknologi pendidikan adalah sebuah proses yang sistematik untuk pengembangan dan penggunaan sumber-sumber instruksional. Salah satu karakteristik defenisi 1972 adalah suatu keputusan untuk menentukan komunikasi audiovisual sebagai salah satu bidang. Aksi ini mempromosikan pendapat bahwa komunikasi audiovisual adalah sebuah profesi. d. Defenisi AECT 1977 Defenisi ini ditulis dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah : Teknologi pendidikan suatu proses yang kompleks dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan menari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, 1977, p. 1) Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasikan teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi. BAB III KESIMPULAN Bila seseorang mengadakan perbandingan terhadap semua defenisi yang telah dibahas diatas, menjadi lebih jelas bahwa banyak konsep-konsep muncul dalam berbagai macam defenisi walaupun konteks dan pengertian konsep itu sangat bervariasi. Defenisi 1983 adalah berdasarkan teori dan praktek daripada fungsi-fungsi yang ditekankan pada defenisi yang baru. Pada tahun 1977 Ely membahas pendapat mengenai defenisi teknologi pendidikan menjadi 3 bagian, dia mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah : 1. Pendekatan yang sistematik 2. Perangkat pengetahuan 3. Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan (Ely, 1973) Defenisi 1994 menginterpretasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. KATA PENGANTAR Alhamdulillah dengan mengucapkan puja puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Teknologi Pendidikan yang berjudul "Defenisi Teknologi Instruksional ". Dan shalawat dan salam tak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah bersusah payah membawa umat Islam dari zaman kebodohan hingga zaman yang penuh dengan ilmu, iman dan taqwa. Dengan kesempatan ini, penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu selaku dosen pengampu mata kuliah "Teknologi Pendidikan", karena tanpa bimbingan dan pengajarannya mungkin kami sebagai penulis akan menemukan kesulitan dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini. Dan tentunya kami sebagai penulis sangat menyadari akan kekurangan dari pada makalah ini. Maka dari itu penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini dan penulis juga mohon maaf apabila ada kesalahan, kekurangan dan kekhilafan yang kurang berkenan dihati para pembaca. Bangko, 02 April 2009 Penulis KELOMPOK I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................... i DAFTAR ISI ............................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah ……………………………………….. 2 B. Tujuan ……………………………………………………. 2 BAB II DEFENISI 1994 1. Asumsi-asumsi Pengertian Defenisi ……………………… 3 2. Teknologi Pendidikan dan Instruksional …………………. 4 3. Orientasi Defenisi ………………………………………… 5 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi …………….... 6 a. Konsep Sistematik ………………………………… 6 5. Komponen-komponen Defenisi ………………………….... 7 a. Teori dan Praktek …………………………………. 7 b. Desaian, Pembangunan, Penggunaan, Manajemen dan Evaluasi………………………………………... 7 c. Proses-proses dan Sumber-sumber ………………… 8 d. Pembelajaran (For Learning) ………………………. 8 6. Evolusi Jenis Pendidikan ………………………………….. 9 Latar Belakang …………………………………………….. 9 7. Defenisi Teknologi Instruksional ………………………….. 10 8. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 ........... 10 a. Defenisi Silber 1970 ................................................. 11 b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 ....................... 12 c. Defenisi EACT 1972 ................................................ 12 d. Defenisi EACT 1977 ................................................ 13 BAB III KESIMPULAN .......................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Sudjana Nana, DR, Rivai Ahmad, Drs. Teknologi Pengajaran. 2007. Bandung : PT. Sinar Baru Algensindo. Nasution, S. MA. Dr. Prof. Teknologi Pendidikan. 2005. Jakarta. PT. Bumi Aksara. POWER POINT 1. Pengertian defeinisi 2. Menurut Scheffler ada 3 tipe defenisi umum 3. Defenisi tendensi 1994 4. Untuk mempersiapkan instruksional harus mempunyai paling sedikit 2 petunjuk 5. Pengertian instruksional pendidikan menurt Cass Centry (1991) 6. Komponen defenisi 7. Komisi pada defenisi teknologi instruksional 1970 a. Defenisi 1970 b. Defenisi Mackajie dan Earout (1971) c. Defenisi AECT 1972 d. Defenisi AECT 1977 MAKALAH "TEKNOLOGI PENDIDIKAN" Dosen Pembimbing : MUHAMMAD NUZLI, S.Pd.I Disusun Oleh Kelompok I 1. MITA FITRIA 2. KHAIDIR 3. ARI SANURA 4. YENI DESWITA 5. RENI MARLINA 6. NANIK 7. AKRIMA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SYEKH MAULANA QORI (SMQ) BANGKO TAHUN AKADEMIK 2008/2009

Kamis, 02 April 2009

Makalah Kelompok I Semester IV B

MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN "DEFENISI" Di Susun oleh Kelompok I 1) SUGITO 2) SITI NUR ASIAH 3) M. FADLI 4) SOFIAN 5) SARBAINI 6) MISRALAINI 7) REZA FAHLEFI 8) ASPARO JENNI 9) RIDHO ROMADHONA KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kehilafan dan kekurangan, namun penulis tetap berharap agar makalah ini memberikan gambaran Tentang DEFENISI 1994 kepada kita semua. Harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Kritik dan saran dari para pembaca dan Dosen Pembimbing sangat kami butuhkan, demi untuk kedepanya agar lebih baik dari yang sekarang ini, atas partisipasi do’a dan dukungannya kepada penulis penulis ucapkan terimakasih. Bangko, Maret 2009 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ……………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……………………… iii B. Rumusan masalah ……………………… iii C. Tujuan ……………………… iii BAB II PEMBAHASAN 1. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 1 2. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 2 3. Orientasi Defenisi …………………………. 3 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi …………… 3 5. Komponen-Komponen Defenisi ……………………… 5 6. Evolusi Jenis Defenisi ……………………… 7 7. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ………………………. 14 KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. B. Batasan Masalah Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. C. Tujuan Masalah Dalam penulisan makalah ini kami mengharapkan semua dosen yang akan mengajar mahasiswa nanti dapat mengajarkan dan menjelaskan pada siswa dengan jelas agar mahasiswa dapat memicu susksesnya suatu proses dalam belajar. PEMBAHASAN DEFENISI 1994 1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL  Jenis pengertian defenisi Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengetrian defenisi umum dan defenisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan defenisi untuk dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defenisi umum menerangkan bagaimana sebuah istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan. Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini : o Teknologi instruksional telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahun. o Pembaharuan defenisi dari suatu bidang harus meliputi semua bidang. o Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi. o Seluk beluk defenisi ini memang sulit untuk diberikan penjelasanya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. Ini bahwa tampaknya kedua kelompok ini telah menggunkan rasio yang sama untuk menentukan penggunaan istilah yang berbeda. Istilah teknologi pendidikan cukup lama digunakan di inggris. Manusia sebagai mahluk yang komlek mempunyai hubungan pada setiap proses. Interprestaasi seperti ini memungkinkan teknologi pendidikan melaksanakan pendidikan melalui media massa dibantu dengan sistem instruktudional dan manajemen. Istilah teknologi dalam dunia pendidikan digunakan untuk menerapkan atau menggambarkan teknologi instrusional ditentukan sebagai bagian dari teknologi pendidikan. Sejak tahun 1977, perbedaan kedua istilah ini mulai menghilang. Sekarang ini istilah baru digunakan menggambarkan proses aplikasi teknologi dan alat peraga untuk memedahkan masalah-masalah instruksional dan belajar. 3 ORIENTASI DEFENISI Sesuai dengan pendapat Mokyr arnold Toynbee sedangkan sejarah Inggris mengatakan bila semakin dinamik pemikiran manusia berarti kreativitas masyarakat semakin kompleks. Masyarakat yang hilang kemampuanya untuk merubah dan menciptakan sesuatu mereka dianggap ketinggalan zaman (Toynbee : 1957). 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi instruktional yang paling baru, Saeetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-ahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih. Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. a. Konsep sistematik Rogers, P. 12 dia mengatakan bahwa teknologi biasanya mempunyai dua komponen yaitu : aspek perangkat keras (hadware) seperti alat-alat bantu belajar, dan perangkat lunak (sofware) seperti informasi. Dibawah ini ada salah satu dari beberapa pengertian/ defenisi teknologi instruktional yang dikemukakan oleh cass centry (1991) yaitu;  Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen. b. Struktur Defenisi Struktur Defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi tahun 1970-an. Struktur defenisi tahun 1994 agaknya ersifat tradisional. Sedagkan defenisi 1970-an menggunakan berbagai macam media termask komputer dan televisi tergantung dengan guru. Namun sekarang ini tidak hanya menggunakan media saja tetapi menggunakan materi pelajaran yang berfariasi. 5 KOMPONEN-KOMPONEN DEFENISI Figure 1.1 The defenition Of Instruktional Technologi. Instruktional tecnologi is the teory and practicce of desing, defelopment, utilization, management, and evaluation of proses and resources of learning. a. Teory dan praktek Teori meliputi konsep-kosep, struktur, prinsip, dan profesional yang mengontribusi pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. Praktekdapat juga digunakan untuk menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman. b. Design, pemngembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi Pengertian design cenderung mengharap kepad teori teknologi instrutional, daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian dalam pelaksanaannya terkadang ada yang kurang diperhatikan para profesional. Istilah manajement selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik. c. Proses-Proses dan Sumber-Sumber Proses adalah operasional atau aktifitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Contoh proses sebagai pengirim sistem jarak jauh (teleconferencing), jenis intruksi seperti belajar sendiri (independent study). Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instrukstional. Sumber-sumber bukan hanya sebagai alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajr, tetapi juga orang anggaran dan fasilitas. d. Pembelajaran (For Learning) Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan ini diuangkapkan untuk menekankan hasil belajar (learning outcomes)dan menjelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan instruksional adalah belajar. Belajar adalah suatu peroses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional. 6 EVOLUSI JENIS DEFENISI Defenisi 1994 yang melibatkan dari defenisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan defenisi tersebut dalam pendidikan. latar Belakang Sejarah Seattler (1990) tampaknya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sumber istilah “teknologi instruksiopnal” tidak jelas siapa yang pertama sekali menemukan istilah tersebut, kita mempunyai bukti tertulis bahwa Franklin Bobitt dan Engineering pada tahun 1920. pertama setelah pengarang ini mendengar istilah “teknologi pendidikan” (educational Tecnology) digunakan oleh w.W. Charters dalm satu kesempatan wawancara dengan pengarang ini tahun 1948…. Kemudian James D. finn menggunakan istilah teknologi instruksional, pertama sekali diterbtkan NEA, salah satu sponsor Technological Development Project tahun 1963. namun demikian, fokus dari aplikasi adalah audiovisual communications (Saettler, 1990. P. 17) 7 DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL Defenisi AECT’s, 1963. banyak sekali defenisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut dipertimbangkan sebagai literatur. Diantaranya adalah defenisi menurut The Technological Development project Of National Education Assoiation: Komunikasi audio visual merupakan cabang teori pendidikan praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar-mengajar ini berarti : (a) bidang pendidikan yang unik dan relatif kuat dan kelemahan piktorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar, (b). dalam lingkungan pendidikan. Ini termask perencanaan, produksi, seleksi manajement, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional. Istilah teknologi dalam arti luas menurut Assosiation for Educational Comunication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek yang terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organnisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving. Mengevaluasi dan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia . 8 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 Usaha utama yang menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi Teknologi Instruksional. Dan dapat didefienisikan sebagai berikut : 1 Secara umum inibahwa kelahiran media komunikasi yang digunkan untuk tujuan instruksional dari guru, buku tek dan papan tulis. Disamping itu teknologi dilengkapi juga dengan televisi, fil, projektor, komputer dan item lain yang masih banyak lagi. 2 Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengefaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering diseut dengan tujuan ksusus. Defenisi selanjutnya merupakan defenisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan disekolah-sekolah a. Defenisi Silber 1997 Defenisi ketiga adlaah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai AECT communicate in defenition dan technology. Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, efaluasi, suport, dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang , bahan, alat peraga, teknik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personal). Pada aturan-aturan dan omponen-komponen pembuat banyak inferensi ahwa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah ini masalah diperkenalkan oleh defenisi Silber dan defenisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi. b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 Deefnisi ini berasal dari United Kingdom. Ini sifatnya sangat sederhana, tetapi ini nampaknya terlalu luas untuk digunakan menggambarkan pengertian teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (Ely, 1973,P.52). Teknologi pendidikan merupakan study sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “Defenisi sebelumnya meliputi istilah, “mesin”, instrumen” atau “media”, sedangkan dalam defenisi MacKinzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak ataupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses. c. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on defenition and Tecnology yang aktif pada waktu itu. Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar yang melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen. (AECT, P. 6) d. Defenisi AECT 1977 Defenisi dituliskan dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah : Teknologi pendidikan suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, , p. 1) Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi. 1) Pendekatan yang sistematik 2) Perangkat pengetahuan 3) Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan. (Ely, 1973.) Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. BAB III PENUTUP Kesimpulan 1 ASUMSI-ASUMSI PENGERTIAN DEFENISI Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. 3 ORIENTASI DEFENISI 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. 5 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 a. Defenisi Silber 1997 b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 c. Defenisi AECT 1972 d. Defenisi AECT 1977 DAFTAR PUSTAKA Martinis Yamin, Drs. Teknologi Pendidikan (Defenisi dan Domain Lapangan ). Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri STS Jambi. 1998 www.geocities.com http://hozonk.blogspot.com/2007/II/sejarah perkembangan defenisi-teknologi.Html. Drs, Fatah Syukur NC, M.Ag. Teknologi Pendidikan. Rasail Media Group. Edisi Kedua Cet. 1 ; Agustus 2008

Makalah Kelompok I Semester IV B

MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN "DEFENISI" Di Susun oleh Kelompok I 1) SUGITO 2) SITI NUR ASIAH 3) M. FADLI 4) SOFIAN 5) SARBAINI 6) MISRALAINI 7) REZA FAHLEFI 8) ASPARO JENNI 9) RIDHO ROMADHONA KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kehilafan dan kekurangan, namun penulis tetap berharap agar makalah ini memberikan gambaran Tentang DEFENISI 1994 kepada kita semua. Harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Kritik dan saran dari para pembaca dan Dosen Pembimbing sangat kami butuhkan, demi untuk kedepanya agar lebih baik dari yang sekarang ini, atas partisipasi do’a dan dukungannya kepada penulis penulis ucapkan terimakasih. Bangko, Maret 2009 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ……………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……………………… iii B. Rumusan masalah ……………………… iii C. Tujuan ……………………… iii BAB II PEMBAHASAN 1. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 1 2. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 2 3. Orientasi Defenisi …………………………. 3 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi …………… 3 5. Komponen-Komponen Defenisi ……………………… 5 6. Evolusi Jenis Defenisi ……………………… 7 7. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ………………………. 14 KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. B. Batasan Masalah Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. C. Tujuan Masalah Dalam penulisan makalah ini kami mengharapkan semua dosen yang akan mengajar mahasiswa nanti dapat mengajarkan dan menjelaskan pada siswa dengan jelas agar mahasiswa dapat memicu susksesnya suatu proses dalam belajar. PEMBAHASAN DEFENISI 1994 1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL  Jenis pengertian defenisi Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengetrian defenisi umum dan defenisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan defenisi untuk dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defenisi umum menerangkan bagaimana sebuah istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan. Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini : o Teknologi instruksional telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahun. o Pembaharuan defenisi dari suatu bidang harus meliputi semua bidang. o Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi. o Seluk beluk defenisi ini memang sulit untuk diberikan penjelasanya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. Ini bahwa tampaknya kedua kelompok ini telah menggunkan rasio yang sama untuk menentukan penggunaan istilah yang berbeda. Istilah teknologi pendidikan cukup lama digunakan di inggris. Manusia sebagai mahluk yang komlek mempunyai hubungan pada setiap proses. Interprestaasi seperti ini memungkinkan teknologi pendidikan melaksanakan pendidikan melalui media massa dibantu dengan sistem instruktudional dan manajemen. Istilah teknologi dalam dunia pendidikan digunakan untuk menerapkan atau menggambarkan teknologi instrusional ditentukan sebagai bagian dari teknologi pendidikan. Sejak tahun 1977, perbedaan kedua istilah ini mulai menghilang. Sekarang ini istilah baru digunakan menggambarkan proses aplikasi teknologi dan alat peraga untuk memedahkan masalah-masalah instruksional dan belajar. 3 ORIENTASI DEFENISI Sesuai dengan pendapat Mokyr arnold Toynbee sedangkan sejarah Inggris mengatakan bila semakin dinamik pemikiran manusia berarti kreativitas masyarakat semakin kompleks. Masyarakat yang hilang kemampuanya untuk merubah dan menciptakan sesuatu mereka dianggap ketinggalan zaman (Toynbee : 1957). 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi instruktional yang paling baru, Saeetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-ahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih. Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. a. Konsep sistematik Rogers, P. 12 dia mengatakan bahwa teknologi biasanya mempunyai dua komponen yaitu : aspek perangkat keras (hadware) seperti alat-alat bantu belajar, dan perangkat lunak (sofware) seperti informasi. Dibawah ini ada salah satu dari beberapa pengertian/ defenisi teknologi instruktional yang dikemukakan oleh cass centry (1991) yaitu;  Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen. b. Struktur Defenisi Struktur Defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi tahun 1970-an. Struktur defenisi tahun 1994 agaknya ersifat tradisional. Sedagkan defenisi 1970-an menggunakan berbagai macam media termask komputer dan televisi tergantung dengan guru. Namun sekarang ini tidak hanya menggunakan media saja tetapi menggunakan materi pelajaran yang berfariasi. 5 KOMPONEN-KOMPONEN DEFENISI Figure 1.1 The defenition Of Instruktional Technologi. Instruktional tecnologi is the teory and practicce of desing, defelopment, utilization, management, and evaluation of proses and resources of learning. a. Teory dan praktek Teori meliputi konsep-kosep, struktur, prinsip, dan profesional yang mengontribusi pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. Praktekdapat juga digunakan untuk menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman. b. Design, pemngembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi Pengertian design cenderung mengharap kepad teori teknologi instrutional, daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian dalam pelaksanaannya terkadang ada yang kurang diperhatikan para profesional. Istilah manajement selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik. c. Proses-Proses dan Sumber-Sumber Proses adalah operasional atau aktifitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Contoh proses sebagai pengirim sistem jarak jauh (teleconferencing), jenis intruksi seperti belajar sendiri (independent study). Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instrukstional. Sumber-sumber bukan hanya sebagai alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajr, tetapi juga orang anggaran dan fasilitas. d. Pembelajaran (For Learning) Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan ini diuangkapkan untuk menekankan hasil belajar (learning outcomes)dan menjelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan instruksional adalah belajar. Belajar adalah suatu peroses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional. 6 EVOLUSI JENIS DEFENISI Defenisi 1994 yang melibatkan dari defenisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan defenisi tersebut dalam pendidikan. latar Belakang Sejarah Seattler (1990) tampaknya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sumber istilah “teknologi instruksiopnal” tidak jelas siapa yang pertama sekali menemukan istilah tersebut, kita mempunyai bukti tertulis bahwa Franklin Bobitt dan Engineering pada tahun 1920. pertama setelah pengarang ini mendengar istilah “teknologi pendidikan” (educational Tecnology) digunakan oleh w.W. Charters dalm satu kesempatan wawancara dengan pengarang ini tahun 1948…. Kemudian James D. finn menggunakan istilah teknologi instruksional, pertama sekali diterbtkan NEA, salah satu sponsor Technological Development Project tahun 1963. namun demikian, fokus dari aplikasi adalah audiovisual communications (Saettler, 1990. P. 17) 7 DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL Defenisi AECT’s, 1963. banyak sekali defenisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut dipertimbangkan sebagai literatur. Diantaranya adalah defenisi menurut The Technological Development project Of National Education Assoiation: Komunikasi audio visual merupakan cabang teori pendidikan praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar-mengajar ini berarti : (a) bidang pendidikan yang unik dan relatif kuat dan kelemahan piktorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar, (b). dalam lingkungan pendidikan. Ini termask perencanaan, produksi, seleksi manajement, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional. Istilah teknologi dalam arti luas menurut Assosiation for Educational Comunication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek yang terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organnisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving. Mengevaluasi dan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia . 8 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 Usaha utama yang menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi Teknologi Instruksional. Dan dapat didefienisikan sebagai berikut : 1 Secara umum inibahwa kelahiran media komunikasi yang digunkan untuk tujuan instruksional dari guru, buku tek dan papan tulis. Disamping itu teknologi dilengkapi juga dengan televisi, fil, projektor, komputer dan item lain yang masih banyak lagi. 2 Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengefaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering diseut dengan tujuan ksusus. Defenisi selanjutnya merupakan defenisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan disekolah-sekolah a. Defenisi Silber 1997 Defenisi ketiga adlaah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai AECT communicate in defenition dan technology. Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, efaluasi, suport, dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang , bahan, alat peraga, teknik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personal). Pada aturan-aturan dan omponen-komponen pembuat banyak inferensi ahwa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah ini masalah diperkenalkan oleh defenisi Silber dan defenisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi. b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 Deefnisi ini berasal dari United Kingdom. Ini sifatnya sangat sederhana, tetapi ini nampaknya terlalu luas untuk digunakan menggambarkan pengertian teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (Ely, 1973,P.52). Teknologi pendidikan merupakan study sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “Defenisi sebelumnya meliputi istilah, “mesin”, instrumen” atau “media”, sedangkan dalam defenisi MacKinzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak ataupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses. c. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on defenition and Tecnology yang aktif pada waktu itu. Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar yang melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen. (AECT, P. 6) d. Defenisi AECT 1977 Defenisi dituliskan dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah : Teknologi pendidikan suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, , p. 1) Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi. 1) Pendekatan yang sistematik 2) Perangkat pengetahuan 3) Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan. (Ely, 1973.) Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. BAB III PENUTUP Kesimpulan 1 ASUMSI-ASUMSI PENGERTIAN DEFENISI Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. 3 ORIENTASI DEFENISI 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. 5 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 a. Defenisi Silber 1997 b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 c. Defenisi AECT 1972 d. Defenisi AECT 1977 DAFTAR PUSTAKA Martinis Yamin, Drs. Teknologi Pendidikan (Defenisi dan Domain Lapangan ). Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri STS Jambi. 1998 www.geocities.com http://hozonk.blogspot.com/2007/II/sejarah perkembangan defenisi-teknologi.Html. Drs, Fatah Syukur NC, M.Ag. Teknologi Pendidikan. Rasail Media Group. Edisi Kedua Cet. 1 ; Agustus 2008

Makalah Kelompok I Semester IV B

Di Susun oleh Kelompok I 1) SUGITO 2) SITI NUR ASIAH 3) M. FADLI 4) SOFIAN 5) SARBAINI 6) MISRALAINI 7) REZA FAHLEFI 8) ASPARO JENNI 9) RIDHO ROMADHONA KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kehilafan dan kekurangan, namun penulis tetap berharap agar makalah ini memberikan gambaran Tentang DEFENISI 1994 kepada kita semua. Harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Kritik dan saran dari para pembaca dan Dosen Pembimbing sangat kami butuhkan, demi untuk kedepanya agar lebih baik dari yang sekarang ini, atas partisipasi do’a dan dukungannya kepada penulis penulis ucapkan terimakasih. Bangko, Maret 2009 Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ……………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………… ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ……………………… iii B. Rumusan masalah ……………………… iii C. Tujuan ……………………… iii BAB II PEMBAHASAN 1. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 1 2. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 2 3. Orientasi Defenisi …………………………. 3 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi …………… 3 5. Komponen-Komponen Defenisi ……………………… 5 6. Evolusi Jenis Defenisi ……………………… 7 7. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 9 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ………………………. 14 KATA PENGANTAR BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. B. Batasan Masalah Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. C. Tujuan Masalah Dalam penulisan makalah ini kami mengharapkan semua dosen yang akan mengajar mahasiswa nanti dapat mengajarkan dan menjelaskan pada siswa dengan jelas agar mahasiswa dapat memicu susksesnya suatu proses dalam belajar. PEMBAHASAN DEFENISI 1994 1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL  Jenis pengertian defenisi Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengetrian defenisi umum dan defenisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan defenisi untuk dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defenisi umum menerangkan bagaimana sebuah istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan. Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini : o Teknologi instruksional telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahun. o Pembaharuan defenisi dari suatu bidang harus meliputi semua bidang. o Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi. o Seluk beluk defenisi ini memang sulit untuk diberikan penjelasanya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. Ini bahwa tampaknya kedua kelompok ini telah menggunkan rasio yang sama untuk menentukan penggunaan istilah yang berbeda. Istilah teknologi pendidikan cukup lama digunakan di inggris. Manusia sebagai mahluk yang komlek mempunyai hubungan pada setiap proses. Interprestaasi seperti ini memungkinkan teknologi pendidikan melaksanakan pendidikan melalui media massa dibantu dengan sistem instruktudional dan manajemen. Istilah teknologi dalam dunia pendidikan digunakan untuk menerapkan atau menggambarkan teknologi instrusional ditentukan sebagai bagian dari teknologi pendidikan. Sejak tahun 1977, perbedaan kedua istilah ini mulai menghilang. Sekarang ini istilah baru digunakan menggambarkan proses aplikasi teknologi dan alat peraga untuk memedahkan masalah-masalah instruksional dan belajar. 3 ORIENTASI DEFENISI Sesuai dengan pendapat Mokyr arnold Toynbee sedangkan sejarah Inggris mengatakan bila semakin dinamik pemikiran manusia berarti kreativitas masyarakat semakin kompleks. Masyarakat yang hilang kemampuanya untuk merubah dan menciptakan sesuatu mereka dianggap ketinggalan zaman (Toynbee : 1957). 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi instruktional yang paling baru, Saeetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-ahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih. Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. a. Konsep sistematik Rogers, P. 12 dia mengatakan bahwa teknologi biasanya mempunyai dua komponen yaitu : aspek perangkat keras (hadware) seperti alat-alat bantu belajar, dan perangkat lunak (sofware) seperti informasi. Dibawah ini ada salah satu dari beberapa pengertian/ defenisi teknologi instruktional yang dikemukakan oleh cass centry (1991) yaitu;  Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen. b. Struktur Defenisi Struktur Defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi tahun 1970-an. Struktur defenisi tahun 1994 agaknya ersifat tradisional. Sedagkan defenisi 1970-an menggunakan berbagai macam media termask komputer dan televisi tergantung dengan guru. Namun sekarang ini tidak hanya menggunakan media saja tetapi menggunakan materi pelajaran yang berfariasi. 5 KOMPONEN-KOMPONEN DEFENISI Figure 1.1 The defenition Of Instruktional Technologi. Instruktional tecnologi is the teory and practicce of desing, defelopment, utilization, management, and evaluation of proses and resources of learning. a. Teory dan praktek Teori meliputi konsep-kosep, struktur, prinsip, dan profesional yang mengontribusi pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. Praktekdapat juga digunakan untuk menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman. b. Design, pemngembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi Pengertian design cenderung mengharap kepad teori teknologi instrutional, daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian dalam pelaksanaannya terkadang ada yang kurang diperhatikan para profesional. Istilah manajement selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik. c. Proses-Proses dan Sumber-Sumber Proses adalah operasional atau aktifitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Contoh proses sebagai pengirim sistem jarak jauh (teleconferencing), jenis intruksi seperti belajar sendiri (independent study). Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instrukstional. Sumber-sumber bukan hanya sebagai alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajr, tetapi juga orang anggaran dan fasilitas. d. Pembelajaran (For Learning) Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan ini diuangkapkan untuk menekankan hasil belajar (learning outcomes)dan menjelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan instruksional adalah belajar. Belajar adalah suatu peroses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional. 6 EVOLUSI JENIS DEFENISI Defenisi 1994 yang melibatkan dari defenisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan defenisi tersebut dalam pendidikan. latar Belakang Sejarah Seattler (1990) tampaknya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sumber istilah “teknologi instruksiopnal” tidak jelas siapa yang pertama sekali menemukan istilah tersebut, kita mempunyai bukti tertulis bahwa Franklin Bobitt dan Engineering pada tahun 1920. pertama setelah pengarang ini mendengar istilah “teknologi pendidikan” (educational Tecnology) digunakan oleh w.W. Charters dalm satu kesempatan wawancara dengan pengarang ini tahun 1948…. Kemudian James D. finn menggunakan istilah teknologi instruksional, pertama sekali diterbtkan NEA, salah satu sponsor Technological Development Project tahun 1963. namun demikian, fokus dari aplikasi adalah audiovisual communications (Saettler, 1990. P. 17) 7 DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL Defenisi AECT’s, 1963. banyak sekali defenisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut dipertimbangkan sebagai literatur. Diantaranya adalah defenisi menurut The Technological Development project Of National Education Assoiation: Komunikasi audio visual merupakan cabang teori pendidikan praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar-mengajar ini berarti : (a) bidang pendidikan yang unik dan relatif kuat dan kelemahan piktorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar, (b). dalam lingkungan pendidikan. Ini termask perencanaan, produksi, seleksi manajement, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional. Istilah teknologi dalam arti luas menurut Assosiation for Educational Comunication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek yang terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organnisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving. Mengevaluasi dan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia . 8 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 Usaha utama yang menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi Teknologi Instruksional. Dan dapat didefienisikan sebagai berikut : 1 Secara umum inibahwa kelahiran media komunikasi yang digunkan untuk tujuan instruksional dari guru, buku tek dan papan tulis. Disamping itu teknologi dilengkapi juga dengan televisi, fil, projektor, komputer dan item lain yang masih banyak lagi. 2 Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengefaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering diseut dengan tujuan ksusus. Defenisi selanjutnya merupakan defenisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan disekolah-sekolah a. Defenisi Silber 1997 Defenisi ketiga adlaah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai AECT communicate in defenition dan technology. Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, efaluasi, suport, dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang , bahan, alat peraga, teknik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personal). Pada aturan-aturan dan omponen-komponen pembuat banyak inferensi ahwa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah ini masalah diperkenalkan oleh defenisi Silber dan defenisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi. b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 Deefnisi ini berasal dari United Kingdom. Ini sifatnya sangat sederhana, tetapi ini nampaknya terlalu luas untuk digunakan menggambarkan pengertian teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (Ely, 1973,P.52). Teknologi pendidikan merupakan study sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “Defenisi sebelumnya meliputi istilah, “mesin”, instrumen” atau “media”, sedangkan dalam defenisi MacKinzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak ataupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses. c. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on defenition and Tecnology yang aktif pada waktu itu. Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar yang melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen. (AECT, P. 6) d. Defenisi AECT 1977 Defenisi dituliskan dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah : Teknologi pendidikan suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, , p. 1) Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi. 1) Pendekatan yang sistematik 2) Perangkat pengetahuan 3) Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan. (Ely, 1973.) Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik. BAB III PENUTUP Kesimpulan 1 ASUMSI-ASUMSI PENGERTIAN DEFENISI Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya. 2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan. 3 ORIENTASI DEFENISI 4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran. 5 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970 a. Defenisi Silber 1997 b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 c. Defenisi AECT 1972 d. Defenisi AECT 1977 DAFTAR PUSTAKA Martinis Yamin, Drs. Teknologi Pendidikan (Defenisi dan Domain Lapangan ). Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri STS Jambi. 1998 www.geocities.com http://hozonk.blogspot.com/2007/II/sejarah perkembangan defenisi-teknologi.Html. Drs, Fatah Syukur NC, M.Ag. Teknologi Pendidikan. Rasail Media Group. Edisi Kedua Cet. 1 ; Agustus 2008