Selasa, 07 April 2009

Makalah Kelompok I Semester IV C

Tugas Mahasiswa STAI SMQ Bangko
Semester IV C
Teknologi Pendidikan



"DEFENISI TEKNOLOGI PENDIDIKAN"

Di Susun oleh
Kelompok I

1) SUGITO
2) SITI NUR ASIAH
3) M. FADLI
4) SOFIAN
5) SARBAINI
6) MISRALAINI
7) REZA FAHLEFI
8) ASPARO JENNI
9) RIDHO ROMADHONA












KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayah serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak terdapat kehilafan dan kekurangan, namun penulis tetap berharap agar makalah ini memberikan gambaran Tentang DEFENISI 1994 kepada kita semua.
Harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Kritik dan saran dari para pembaca dan Dosen Pembimbing sangat kami butuhkan, demi untuk kedepanya agar lebih baik dari yang sekarang ini, atas partisipasi do’a dan dukungannya kepada penulis penulis ucapkan terimakasih.


Bangko, Maret 2009

Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ……………………………… i
DAFTAR ISI ……………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……………………… iii
B. Rumusan masalah ……………………… iii
C. Tujuan ……………………… iii

BAB II PEMBAHASAN
1. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 1
2. Teknologi Pendidikan Dan Instruksional …………. 2
3. Orientasi Defenisi …………………………. 3
4. Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi …………… 3
5. Komponen-Komponen Defenisi ……………………… 5
6. Evolusi Jenis Defenisi ……………………… 7
7. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 9
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………. 14
KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

B. Batasan Masalah
Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik.

C. Tujuan Masalah
Dalam penulisan makalah ini kami mengharapkan semua dosen yang akan mengajar mahasiswa nanti dapat mengajarkan dan menjelaskan pada siswa dengan jelas agar mahasiswa dapat memicu susksesnya suatu proses dalam belajar.

PEMBAHASAN
DEFENISI 1994

1 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
 Jenis pengertian defenisi
Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengetrian defenisi umum dan defenisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan defenisi untuk dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defenisi umum menerangkan bagaimana sebuah istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan.
Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini :
o Teknologi instruksional telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahun.
o Pembaharuan defenisi dari suatu bidang harus meliputi semua bidang.
o Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi.
o Seluk beluk defenisi ini memang sulit untuk diberikan penjelasanya.

2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan.
Ini bahwa tampaknya kedua kelompok ini telah menggunkan rasio yang sama untuk menentukan penggunaan istilah yang berbeda. Istilah teknologi pendidikan cukup lama digunakan di inggris.

Manusia sebagai mahluk yang komlek mempunyai hubungan pada setiap proses. Interprestaasi seperti ini memungkinkan teknologi pendidikan melaksanakan pendidikan melalui media massa dibantu dengan sistem instruktudional dan manajemen. Istilah teknologi dalam dunia pendidikan digunakan untuk menerapkan atau menggambarkan teknologi instrusional ditentukan sebagai bagian dari teknologi pendidikan.
Sejak tahun 1977, perbedaan kedua istilah ini mulai menghilang. Sekarang ini istilah baru digunakan menggambarkan proses aplikasi teknologi dan alat peraga untuk memedahkan masalah-masalah instruksional dan belajar.

3 ORIENTASI DEFENISI
Sesuai dengan pendapat Mokyr arnold Toynbee sedangkan sejarah Inggris mengatakan bila semakin dinamik pemikiran manusia berarti kreativitas masyarakat semakin kompleks. Masyarakat yang hilang kemampuanya untuk merubah dan menciptakan sesuatu mereka dianggap ketinggalan zaman (Toynbee : 1957).

4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Teknologi instruktional yang paling baru, Saeetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-ahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih.
Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran.

a. Konsep sistematik
Rogers, P. 12 dia mengatakan bahwa teknologi biasanya mempunyai dua komponen yaitu : aspek perangkat keras (hadware) seperti alat-alat bantu belajar, dan perangkat lunak (sofware) seperti informasi.
Dibawah ini ada salah satu dari beberapa pengertian/ defenisi teknologi instruktional yang dikemukakan oleh cass centry (1991) yaitu;
 Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen.


b. Struktur Defenisi
Struktur Defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi tahun 1970-an. Struktur defenisi tahun 1994 agaknya ersifat tradisional. Sedagkan defenisi 1970-an menggunakan berbagai macam media termask komputer dan televisi tergantung dengan guru. Namun sekarang ini tidak hanya menggunakan media saja tetapi menggunakan materi pelajaran yang berfariasi.

5 KOMPONEN-KOMPONEN DEFENISI
Figure 1.1
The defenition Of Instruktional Technologi.
Instruktional tecnologi is the teory and practicce of desing, defelopment, utilization, management, and evaluation of proses and resources of learning.









a. Teory dan praktek
Teori meliputi konsep-kosep, struktur, prinsip, dan profesional yang mengontribusi pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. Praktekdapat juga digunakan untuk menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman.

b. Design, pemngembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi
Pengertian design cenderung mengharap kepad teori teknologi instrutional, daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian dalam pelaksanaannya terkadang ada yang kurang diperhatikan para profesional. Istilah manajement selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik.

c. Proses-Proses dan Sumber-Sumber
Proses adalah operasional atau aktifitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Contoh proses sebagai pengirim sistem jarak jauh (teleconferencing), jenis intruksi seperti belajar sendiri (independent study).
Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instrukstional. Sumber-sumber bukan hanya sebagai alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajr, tetapi juga orang anggaran dan fasilitas.

d. Pembelajaran (For Learning)
Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan ini diuangkapkan untuk menekankan hasil belajar (learning outcomes)dan menjelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan instruksional adalah belajar. Belajar adalah suatu peroses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional.

6 EVOLUSI JENIS DEFENISI
Defenisi 1994 yang melibatkan dari defenisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan defenisi tersebut dalam pendidikan.

latar Belakang Sejarah
Seattler (1990) tampaknya mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sumber istilah “teknologi instruksiopnal” tidak jelas siapa yang pertama sekali menemukan istilah tersebut, kita mempunyai bukti tertulis bahwa Franklin Bobitt dan Engineering pada tahun 1920. pertama setelah pengarang ini mendengar istilah “teknologi pendidikan” (educational Tecnology) digunakan oleh w.W. Charters dalm satu kesempatan wawancara dengan pengarang ini tahun 1948…. Kemudian James D. finn menggunakan istilah teknologi instruksional, pertama sekali diterbtkan NEA, salah satu sponsor Technological Development Project tahun 1963. namun demikian, fokus dari aplikasi adalah audiovisual communications (Saettler, 1990. P. 17)

7 DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL
Defenisi AECT’s, 1963. banyak sekali defenisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut dipertimbangkan sebagai literatur. Diantaranya adalah defenisi menurut The Technological Development project Of National Education Assoiation:
Komunikasi audio visual merupakan cabang teori pendidikan praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar-mengajar ini berarti : (a) bidang pendidikan yang unik dan relatif kuat dan kelemahan piktorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar, (b). dalam lingkungan pendidikan. Ini termask perencanaan, produksi, seleksi manajement, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional.
Istilah teknologi dalam arti luas menurut Assosiation for Educational Comunication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek yang terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organnisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving. Mengevaluasi dan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia .

8 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970
Usaha utama yang menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi Teknologi Instruksional. Dan dapat didefienisikan sebagai berikut :
1 Secara umum inibahwa kelahiran media komunikasi yang digunkan untuk tujuan instruksional dari guru, buku tek dan papan tulis. Disamping itu teknologi dilengkapi juga dengan televisi, fil, projektor, komputer dan item lain yang masih banyak lagi.
2 Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengefaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering diseut dengan tujuan ksusus.

Defenisi selanjutnya merupakan defenisi tahun 1970-an yang dikeluarkan oleh Komisi Pengawas Teknologi pendidikan. Komisi pengawas ini dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat untuk menguji permasalahan dan manfaat potensial yang berhubungan dengan teknologi pendidikan disekolah-sekolah

a. Defenisi Silber 1997
Defenisi ketiga adlaah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai AECT communicate in defenition dan technology. Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, efaluasi, suport, dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang , bahan, alat peraga, teknik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personal).
Pada aturan-aturan dan omponen-komponen pembuat banyak inferensi ahwa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah ini masalah diperkenalkan oleh defenisi Silber dan defenisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi.

b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977
Deefnisi ini berasal dari United Kingdom. Ini sifatnya sangat sederhana, tetapi ini nampaknya terlalu luas untuk digunakan menggambarkan pengertian teknologi pendidikan.
Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khusus (Ely, 1973,P.52).
Teknologi pendidikan merupakan study sistematik mengenai cara bagaimana tujuan pendidikan dapat dicapai “Defenisi sebelumnya meliputi istilah, “mesin”, instrumen” atau “media”, sedangkan dalam defenisi MacKinzie dan Eraut ini tidak menyebutkan perangkat lunak ataupun perangkat keras, tetapi lebih berorientasi pada proses.


c. Defenisi AECT 1972
Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on defenition and Tecnology yang aktif pada waktu itu.
Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar yang melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen. (AECT, P. 6)

d. Defenisi AECT 1977
Defenisi dituliskan dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah :
Teknologi pendidikan suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, , p. 1)




Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasi teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi.
1) Pendekatan yang sistematik
2) Perangkat pengetahuan
3) Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan. (Ely, 1973.)

Defenisi 1994 menginterprestasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber, dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Ini menggambarkan evolusi teknologi instruksional bergeser dari sebuah budang kefrofesi dankontribusi bidang ini telah menciptakan teori dan praktik.
Bedasarkan defenisi AECT 2004 (AECT Defenition and Terminologi Committee Documen) teknologi pendidikan adalah :
Educational technology is the study and ethical practice of facilitating and inprofing performance by creating, using, and managing appropriate technologycal proses and resources. (teknologi pembelajaran adalah study dan etika praktek untuk mefasilitasi pembelajaran dan mengingatkan kinerja melalui penciptaan, penggunaan, dan pengaturan proses dan sumberdaya teknologi.)
Defenisi ini mengandung beberapa elemen kunci:
Study :pemahaman teoritis sebagai mana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukankontruksi dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan refleksi praktek, yang tercakup dalam istilah study.
Praktek. Mengacu kepada standar etika praktis sebagaimana didefenisikan oleh AECT mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan. Fasilitasi pergeseran paradigma mengearah pada kepemilikan dan tanggung jawab kepada pembelajaran yang lebih besar telah benyak merubah teknlogi dari pengontrol menjadi pem-fasilitasi. Pembelajaran pengertian pembelajaran saat ini sudah berubah menjadi dari beberapa puluh tahun yang lalu. Pembelajaran yang selain dari berkenaan dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman. Penigkatan peningkatan berkenaan dengan perbaikan produk yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif, perubahandalam kepabilitas yang membaca dampak pada aplikasi dunia nyata. Kinerja kinerja berkenaan dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan mengaplikasikan kemampuan yang baru didapatkannya.
Berdaarkan defenisi 1994, Teknologi Pembelajaran adalah : teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Komponen defenisinya adalah : Teori dan Praktek : desain, pengelolaan, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian : proses dan sumber : untuk keperluan belajar.
Perbedaan kedua defenisi adalah :
Defenisi 1994 :
1. Menekankan pada teori dan praktek
2. Pokok kegiatan adalah desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian.
3. Tujuan untuk keperluan beljar
4. Utilitasi proses dan sumber belajar.

Defenisi 2004 :
1. menekankan pada stusi dan etika praktek.
2. penciptaan, pengaturan dan penggunaan
3. tujuan memfasilitasi pemelajaran
4. utilitasi proses dan sumber daya teknologi
Untuk point 1, defenisi 1994 sudah lebih spesifik, karena menekankan pada studi dan etika praktek. Point 2 defenisi 2004 memiliki kekurangan karena tidak mencakup untuk penilaian. Poin 3, sudah berkenaan dengan perubahan paradigma, dimana teknologi pembelajaran hanya memfasilitasi pembelajaran artinya faktor-faktor lain dianggap sudah ada. Poin 4, defenisi 2004 sudah lebih luas karena dikelola bukan hanya semata proses dan sumber beljar, tetapi sudah lebih jauh mencakup proses dan sumber daya teknologi.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa defenisi 2004 sudah mencakup aspek etika dalam profesi, peran sebagai fasilitator dan pemanfaatan proses dan sumber daya teknologi.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1 ASUMSI-ASUMSI PENGERTIAN DEFENISI
Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter itu adalah asumsi-asumsi yang mnejadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama parameter yang dimaksud adalah : Ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (viewpoint), pendengar dan karakteristiknya.

2 TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN INSTRUKSIONAL
Knirk dan Gustafon 1999 mengatakan istilah “Instruksional” dikaitan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masalah-masalah belajar. Dan profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan.

3 ORIENTASI DEFENISI

4 KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Teknologi modern digambarkan digambarkan sebagai pengetahuan sistematis yang memperbaiki produktifitas. Sama dengan pendapat Heinic, Melenda dan Russell (1993) mengatakan teknologi instruktional sebagai aplikasi dari pengetahuan ilmia tentang pembelajaran masnusia (human learning) terhadap tugas-tugas praktis pengajaran dan pembelajaran.

5 KOMISI PADA DEFENISI TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL 1970
a. Defenisi Silber 1997
b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977
c. Defenisi AECT 1972
d. Defenisi AECT 1977










DAFTAR PUSTAKA

Martinis Yamin, Drs. Teknologi Pendidikan (Defenisi dan Domain Lapangan ). Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri STS Jambi. 1998
www.geocities.com
http://hozonk.blogspot.com/2007/II/sejarah perkembangan defenisi-teknologi.Html.
Drs, Fatah Syukur NC, M.Ag. Teknologi Pendidikan. Rasail Media Group. Edisi Kedua Cet. 1 ; Agustus 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

seteleh mendowbload silahkan berikan komentar