Sabtu, 04 April 2009

Makalah Kelompok I Semester IV D

BAB I PENDAHULUAN Bila seseorang mengadakan perbandingan terhadap semua defenisi yang telah dibahas diatas, menjadi lebih jelas bahwa banyak konsep-konsep muncul dalam berbagai macam defenisi walaupun konteks dan pengertian konsep itu sangat bervariasi. Defenisi 1983 adalah berdasarkan teori dan praktek daripada fungsi-fungsi yang ditekankan pada defenisi yang baru. Pada tahun 1977 Ely membahas pendapat mengenai defenisi teknologi pendidikan menjadi 3 bagian, dia mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah : 1. Pendekatan yang sistematik 2. Perangkat pengetahuan 3. Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan (Ely, 1973) Defenisi 1994 menginterpretasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. Teknolgi instruksional selalu mengalami proses perubahan berdasarkan penelitian. Misalnya pada tahun 1963 merumuskan pengertian pertama mengenai defenisi bidang ini, kemudian definisi ini diperbaharui sampai beberapa kali, dan setiap perubahan selalu menciptakan hal-hal yang baru. A. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan teknologi pendidikan 2. Apakah yang dimaksud dengan Defenisi B. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari pembuatan makalah dan pembelajaran teknologi pendidikan tentang "Defenisi Teknologi Instruksional" ini supaya kita dapat memahami dan mengerti lebih mendetail apa itu teknologi pendidikan. BAB II DEFENISI 1994 Teknologi instruksional merupakan teori dan praktek disain, pengembangan, penggunaan, manajemen dan proses-proses evaluasi belajar. Teknolgi instruksional selalu mengalami proses perubahan berdasarkan penelitian. Misalnya pada tahun 1963 merumuskan pengertian pertama mengenai defenisi bidang ini, kemudian definisi ini diperbaharui sampai beberapa kali, dan setiap perubahan selalu menciptakan hal-hal yang baru. 1. Asumsi-asumsi Pengertian Definesi. a. Jenis Pengertian Definesi Israel Scheffler (1990) membedakan antara pengertian defenisi umum dan definisi ilmiah. Secara teori Israel mengatakan defenisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terknadung di dalamnya. Sedangkan defenisi umum dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau profesional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Definisi umum menerangkan bagaimana istilah dapat dimengerti dalam konteks dimana istilah tersebut digunakan. Menurut Scheffler ada 3 tipe definisi umum, yaitu : 1. Stipulasi (stipulative) 2. Deskreptif (descriptive), 3. Programik (programatica) Sebelum mengembangkan sebuah defenisi tentu kita harus membuat parameter yang jelas mengenai defenisi itu sendiri. Parameter ini adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Pertama ketentuan yang dimaksud adalah ; ruang lingkup (scope), tujuan (purpose), sudut pandang (view point), pendengar dan kharakteristiknya. Defenisi kondisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut ini :  Teknologi istruksional (perintah) telah dikembangkan dari satu irama menjadi satu bidang dan profesi.  Pembaharuan defenisi ini dari suatu bidang harus meliputi semua bidang atau faktor-faktor yang berhubungan dengan para pelaksana dan pelajar.  Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah defenisi.  Seluk beluk definisi inikadang tidak dapat jelas kita mengerti dengan tipe profesional teknologi intruksional bila tidak dibuat penjelasan yang lebih luas. 2. Teknologi Pendidikan dan Intrusional Setiap orang yang ingin mempersiapkan instruksional harus mempunyai paling sedikit 2 (dua) petunjuk, yaitu : 1. Kata "Instruksional" lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi. 2. Mereka mengatakan bahwa istilah "Instruksional" lebih sesuai karena banyak sekali pendapat atau sekolah yang menggunakan pengertian instruksional. Knirk dan Gustfson 1999 mengatakan bahwa pada dasarnya istilah "Instruksional" dikaitkan dengan istilahmengajar (teaching) dan masalah-masalah belajar (learning problem), sedangkan istilah "Pendidikan" terlalu luaas, mencakup semua aspek pendidikan. Profesional yang memakai istilah teknologi pendidikan berpendapat jika instruksional dianggap sebagai bagian dari pendidikan, berarti istilah ini memperluas pengertiannya (Association for Educational Communication and Technology, 1977 : Seattler, 1990). Istilah "Teknologi Pendidikan" cukup lama digunakan di Inggris, sedangkan istilah teknologi instrusional sekarang ini kebanyakan dipakai di Amerika Serikat. Sistem pembelajaran difokuskan pada kegiatan-kegiatan dan konsep-konsep mengenai instruksional. baru-baru ini istilah "Teknologi Pendidikan" dan "Teknologi Instruksional" digunakan bergantian oleh para profesional dalam bidang pendidikan. 3. Orientasi Pendidikan Cara specialist Audiovisual melihat potensi permainan (game) dan simulasi sangat penting dalam pendidikan, tetapi bukan video game. Langkah-langkah disain instruksional lambat laun semakin sederhana pengertiannya. Seseorang cukup hanya menguasai beberapa tekik dan sedikit teori. Jika masyarakat merumuskan penegrtian pendidikan dan teknologi semakin beragam. Tahun 1990-an menjadi salah satu teknologi kreativitas. Joel Molar, seorang ahli ekonomi dari Northen University percaya bahwa diversity merupakan kunci melanjutkan teknologi kreatrivitas dalam perkembangan suatu budaya. 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Saettler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-keahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat atau mesin-mesin canggih. a. Konsep Sistematik Konsep sistematik ini termasuk dalam definisi teknologi yang disebut Rogers. Rogers mengatakan bahwa teknologi adalah sebuah disain instrumen berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab-akibat yang dilibatkan, termasuk dalam pencapaian hasil yang diharapkan (Rogers, P. 18). Dibawah ini beberapa pengertian teknologi instruksional yang dikemukakan Cass Centry (1991), yaitu : 1. Pengetahuan yang berasal dari aplikasi pengajaran dan pembelajaran yang dapat menciptakan situasi kelas yang lebih nyata, dibantu dengan alat peraga dan manajemen. 2. Yang berhubungan dengan seluruh metodologi dan teknik-teknik yang digunakan dalam usaha penerapan prinsip-prinsip instruksional. 3. Suatu usaha dengan atau tanpa mesin, menyediakan atau mencipatkan individu yang diharapkan dapat merubah tingkah laku setiap individu. 5. Komponen-komponen Definisi a. Teori dan Praktek Para professional harus mempunyai dasar pengetahuan yang mendukung praktek. Setiap desain teknologi instruksional meliputi bidang pengetahuan, yaitu penelitian dan pengalaman. Hubungan antara teori dan praktek sangatr berpengaruh sekali dalam pengembangan instruksional. Teori meliputi konsep-konsep, struktur, prinsip dan profosisi yang mengkontribusikan pengetahuan itu sendiri. Sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah belajar. b. Desain, Pengembangan, Penggunaan, Manajemen dan Evaluasi Istilah-istilah ini menunjuk pada dasar pengetahuan dan fungsi-fungsi yang dilaksanakan para profesional dalam bidang pendidikan. Kelima istilah ini menjadi dasar teknologi instruksional. Setiap fungsi mempunyai scope dan keunikan tersendiri. Pengertian desain cenderung mengharap kepada teori teknologi instruksional daripada bidang pendidikan. Istilah pengembangan mengarah pada praktek. Istilah penggunaan merupakan gabungan dari teori dan praktek. Namun demikian kadang-kadang dalam pelaksanaannya ada yang tertinggal atau kurang diperhatikan para profesional. c. Proses-proses dan Sumber-sumber. Istilah ini mencakup elemen tradisional dari definisi proses dan produk. Proses adalah operasional atau aktivitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu. Pross meliputi masukan (input), aksi (actions) dan hasil (out put). Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar, termasuk bantuan sistem dan materi dan lingkungan instruksional. Perkembangan desain dipengaruhi proses pembuatan materi instruksional komunikasi, sumber-sumber bukan hanya merupakan alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga orang, anggaran dan fasilitas. Resources dapat berupa hal-hal apa saja yang membantu individu untuk belajar. d. Pembelajaran (For Learning) Tujuan teknologi instruksional adalah untuk mempengaruhi dan menyebabkan belajar. Ungkapan atau istilah ini dipilih untuk menekankan hasil belajar (learning out comes) dan mejelaskan bahwa belajar (learning) adalah tujuan, dan istruksi berarti belajar. Belajar adalah suatu proses perubahan atau perkembangan pengetahuan, keahlian, dan tingkah laku. Ini adalah kriteria untuk instruksional. Dalam definisi, belajar (learning) secara relatif berkenaan dengan perubahan pengetahuan dan tingkah laku seseorang berdasarkan pengetahuannya (mayer, 1982, p. 140). 6. Evolusi Jenis Definisi Definisi 1994 yang melibatkan dari definisi sebelumnya pada bidang pendidikan. Bagian ini akan menerangkan bagaimana keterlibatan definisi tersebut dalam pendidikan. Latar belakang Seattler (1990) tampaknya mengalamai kesulitan untuk mengidentifikasi sumber-sumber istilah "Teknologi Instruksional"Tidak begitu jelas siapa pertama kali menggunakan istilah "Teknologi Intrusional". Kita mempunyai bukti tertulis bawa Franklin Bobitt dan W.W. Charter pernah memakai istilah educational engineering pada tahun 1920. Educator seperti John Dewey (1916), William Heard Kilpatrick (1925) dan W.W. Charters (1945) membuat (laid) dasar konsep teknologi pendidikan. Tetapi pada dasarnya ide konsep teknologi modern terjadi waktu perang dunia ke dua. Sedangkan proses definisi teknologi instruksional mempunyai akar dalam praktek pendidikan dari instruksional melibatkan komunikasi audiovisual (Seattler, 1990). Menurut kepercayaan Dale simbol dan ide abstrak lebih mudah dimengerti dan diterima olehpelajar (learner) jika mereka diajar/dibangun mulai dari pengalaman nyata. Finn berpendapat bahwa komunikasi audiovisual menjadi sebuah profesi yang harus dikembangkan dengan teori, penelitian dan teknik (Finn, 1953). 7. Defenisi Teknologi Instruksional Defenisi AECT’s 1963. Banyak sekali definisi teknologi pendidikan yang sudah dibahas sebelumnya. Enam diantara defenisi tersebut di pertimbangkan sebagai literatur. Definisi pertama menurut the technological Development Project of National Education : Komunikasi audiovisual merupakan cabang teori pendidikan, praktek yang berhubungan dengan desain dan pesan-pesan yang mengontrol proses belajar mengajar ini berarti : (a) Bidang pendidikan yang unik dan relative kuat dan kelemahgan antara pictorial dan non pesan yang mungkin digunakan dalam proses belajar. (b) Struktur dan sistematik pesan pengajar atau instrument dalam lingkungan pendidikan. Ini termasuk perencanaan, produksi, seleksi manajeman, dan pemakaian komponen-komponen dan sistem instruksional. 8. Komisi Pada Definisi Teknologi Instrusional 1970 Usaha utama yang kedua untuk menentukan istilah ini dibuat oleh presiden komisi teknologi instruksional. Laporan komisi ini bahwa istilah ini dapat di defenisikan dengan dua cara : 1. Secara umum ini berarti bahwa kelahiran media komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan instruksional dari guru, buku teks dan papan tulis. Disamping itu teknologi instruksional dilengkapi dengan : televisi, film, projektor, komputer dan item lain seperti hardware dan software pendidikan. 2. Teknologi instruksional adalah suatu sistem mendisain, membawa, dan mengevaluasi seluruh proses belajar mengajar. Ini sering disebut ujuan khusus. Berdasarkan penelitian dengan manusia dan komunikasi atau kombinasi manusia dan sumber-sumber manusia dapat membuat instruksi lebih efektif (commision Instruksional Technology, 1970, p. 21). Ada banyak aspek baru yang mendukung defenisi tersebut. Pertama, ada ide yang mengatakan bahwa teknologi instruksional harus mencakup tujuan khusus. Kedua, ada pendapat yang mengatakan metode dan teknik yang digunakan untuk mengajar tujuan khusus harus berdasarkan ungkapan "Instruksi yang lebih efektif" a. Defenisi Silber 1970 Defenisi ketiga adalah dibuat oleh Kennecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai pemimpin AECT . Teknologi instruksional adalah pengembangan (penelitian, desain, produksi, evaluasi, support dari sistem instruksional serta komponen-komponen (pesan, orang, bahan, alat peraga, tehnik, setting) dan manajemen pengembangan (organisasi, personil). Banyak inferensi bahawa teknologi pendidikan diorientasikan lebih praktis daripada teori. Istilah masalah diperkenalkan oleh definisi Silber dan definisi Core. Pendapat teknologi pendidikan sebagai sebuah pemecahan masalah kegiatan akan dimasukkan sebagai salah satu defenisi. b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 Defenisi ini berasal dari United Kigdom. Teknologi pendidikan adalah sebuah sistem pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan khsuus (Ely, 1973, p. 52). Pada defenisi sebelumnya termasuk kata "machine", "instruments", atau "media". Pertama defenisi ini tidak mengatakan perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (sofware) pendidikan. Proses ini berdasarkan bidangnya masing-masing ; walaupun harware bisa dianggap sebagai bagian dari peralatan. Mackenzie dan Eraut menyarankan teknologi instruksional dipakai dalam bidang akademik dan disiplin ilmu pengetahuan. c. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh the association dan dikembangkan oleh the committee on defenition and technology yang aktif pada masa itu. Teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar melalui sistematik identifikasi, pengembangan, organisasi, dan penggunaan dari sumber pelajaran dan melalui proses manajemen (AECT, 1972, p. 36) Defenisi ini menetapkan bahwa teknologi pendidikan adalah sebuah proses yang sistematik untuk pengembangan dan penggunaan sumber-sumber instruksional. Salah satu karakteristik defenisi 1972 adalah suatu keputusan untuk menentukan komunikasi audiovisual sebagai salah satu bidang. Aksi ini mempromosikan pendapat bahwa komunikasi audiovisual adalah sebuah profesi. d. Defenisi AECT 1977 Defenisi ini ditulis dengan sempurna sebanyak 16 halaman. Tetapi sebagai kesimpulan dari defenisi tersebut adalah : Teknologi pendidikan suatu proses yang kompleks dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasi, dan menari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran manusia (AECT, 1977, p. 1) Defenisi 1977 berusaha mengidentifikasikan teknologi pendidikan sebagai teori, sebuah bidang dan sebuah profesi. BAB III KESIMPULAN Bila seseorang mengadakan perbandingan terhadap semua defenisi yang telah dibahas diatas, menjadi lebih jelas bahwa banyak konsep-konsep muncul dalam berbagai macam defenisi walaupun konteks dan pengertian konsep itu sangat bervariasi. Defenisi 1983 adalah berdasarkan teori dan praktek daripada fungsi-fungsi yang ditekankan pada defenisi yang baru. Pada tahun 1977 Ely membahas pendapat mengenai defenisi teknologi pendidikan menjadi 3 bagian, dia mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah : 1. Pendekatan yang sistematik 2. Perangkat pengetahuan 3. Suatu bidang yang dimaksudkan untuk mencapai beberapa tujuan (Ely, 1973) Defenisi 1994 menginterpretasikan peralatan (means) sebagai proses dan sumber dan sistematik sebagai domain desain, pengembangan, penggunaan, manajemen, dan evaluasi. KATA PENGANTAR Alhamdulillah dengan mengucapkan puja puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, yang mana berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Teknologi Pendidikan yang berjudul "Defenisi Teknologi Instruksional ". Dan shalawat dan salam tak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita yakni Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah bersusah payah membawa umat Islam dari zaman kebodohan hingga zaman yang penuh dengan ilmu, iman dan taqwa. Dengan kesempatan ini, penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu selaku dosen pengampu mata kuliah "Teknologi Pendidikan", karena tanpa bimbingan dan pengajarannya mungkin kami sebagai penulis akan menemukan kesulitan dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini. Dan tentunya kami sebagai penulis sangat menyadari akan kekurangan dari pada makalah ini. Maka dari itu penulis sangat membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini dan penulis juga mohon maaf apabila ada kesalahan, kekurangan dan kekhilafan yang kurang berkenan dihati para pembaca. Bangko, 02 April 2009 Penulis KELOMPOK I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................... i DAFTAR ISI ............................................................................................. ii BAB I PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah ……………………………………….. 2 B. Tujuan ……………………………………………………. 2 BAB II DEFENISI 1994 1. Asumsi-asumsi Pengertian Defenisi ……………………… 3 2. Teknologi Pendidikan dan Instruksional …………………. 4 3. Orientasi Defenisi ………………………………………… 5 4. Korelasi Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi …………….... 6 a. Konsep Sistematik ………………………………… 6 5. Komponen-komponen Defenisi ………………………….... 7 a. Teori dan Praktek …………………………………. 7 b. Desaian, Pembangunan, Penggunaan, Manajemen dan Evaluasi………………………………………... 7 c. Proses-proses dan Sumber-sumber ………………… 8 d. Pembelajaran (For Learning) ………………………. 8 6. Evolusi Jenis Pendidikan ………………………………….. 9 Latar Belakang …………………………………………….. 9 7. Defenisi Teknologi Instruksional ………………………….. 10 8. Komisi Pada Defenisi Teknologi Instruksional 1970 ........... 10 a. Defenisi Silber 1970 ................................................. 11 b. Defenisi Mackanjie dan Earaut 1977 ....................... 12 c. Defenisi EACT 1972 ................................................ 12 d. Defenisi EACT 1977 ................................................ 13 BAB III KESIMPULAN .......................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Sudjana Nana, DR, Rivai Ahmad, Drs. Teknologi Pengajaran. 2007. Bandung : PT. Sinar Baru Algensindo. Nasution, S. MA. Dr. Prof. Teknologi Pendidikan. 2005. Jakarta. PT. Bumi Aksara. POWER POINT 1. Pengertian defeinisi 2. Menurut Scheffler ada 3 tipe defenisi umum 3. Defenisi tendensi 1994 4. Untuk mempersiapkan instruksional harus mempunyai paling sedikit 2 petunjuk 5. Pengertian instruksional pendidikan menurt Cass Centry (1991) 6. Komponen defenisi 7. Komisi pada defenisi teknologi instruksional 1970 a. Defenisi 1970 b. Defenisi Mackajie dan Earout (1971) c. Defenisi AECT 1972 d. Defenisi AECT 1977 MAKALAH "TEKNOLOGI PENDIDIKAN" Dosen Pembimbing : MUHAMMAD NUZLI, S.Pd.I Disusun Oleh Kelompok I 1. MITA FITRIA 2. KHAIDIR 3. ARI SANURA 4. YENI DESWITA 5. RENI MARLINA 6. NANIK 7. AKRIMA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SYEKH MAULANA QORI (SMQ) BANGKO TAHUN AKADEMIK 2008/2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

seteleh mendowbload silahkan berikan komentar