Kamis, 02 April 2009

Makalah Kelompok I Semester IV A

MAKALAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN “DEFENISI” DOSEN PEMBIMBING : MUHAMMAD NUZlI, S.Pd.I Disusun Oleh : Kelompok I 1. AFNAN 2. ABDULLAH 3. EKO ARINDRA. S 4 HIDAYAT1 5. KOMARIAH 6. MASTUROH 7. ET SUMARTN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH MAULANA QORI (STAI - SMQ) BANGKO TAHUN AKADEMIK 2OO8/2009 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas berkat rahmatnya kami dapat rnenyelesaikan makalah “Teknologi Pendidikan” tugas ini kami susun untuk memenuhi salah satu tugas perkuliahan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, kami menyadari makalah ini masih jauh dan kesempurnaan oleh sebab itu saran dan kritik yang membangun semangat kami harapkan untuk kesempurnaan dimasa yang akan datang. Demikianlah makalah ini kami buat atas perhatian rekan-rekan semuanya kami mengucapkan terima kasih. Penulis DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ………………………………………………………………...ii DAFTAR ISI…………………………………………………………………………. iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang …………………………………………………….1 B. Tujuan………………………………………………………………1 C. Kegunaan…………………………………………………………...1 BAB II PEMBAHASAN A. Defenisi 1994……………………………………………................2 B. Asumsi-Asunisi Pengertian Defenisi ……………………………....2 C. Teknologi Pendidikan dan Intruksional ……………………………3 D. Orientasi Defenisi ………………………………………………….4 E. Korelasi ilmu Pengetahuan dan Teknologi ………………………...5 F. Konsep Sstematik ………………………………………………….6 G. Struktur defenisi …………………………………………………...7 H. Komponen-Komponen Defenisi …………………………………..7 I. Komisi Pada Deferusi Teknologi Intruksional 1970 …………….....8 J. Defenisi SILBER 1970 ………………………………………….....9 K. Defenisi AECT 1972 ………………………………………………9 L. Defenisi AECT 1977 ………………………………………………10 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ………………………………………………………………………..11 B. Kritik dan Saran …………………………………………………………………...11 DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Defenisi Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi proses keseluruhan dan belajar dan pembelajaran dalam bentuk pembelajaran yang sfesifik berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi, teknologi pendidikan, sangat penting bagi manusia karena teknologi pendidikan ini termasuk salah satu media pembelajaran, terutama untuk seorang guru dan anak didik karena dengan adanya alat teknologi pendidikan maka ilmu pengetahuan mereka akan berkembang dan bertambah, jadi kami dan kelompok satu akan membahas makalah teknologi pendidikan yang berjudul Defenisi B. Tujuan Tujuan kanu membuat makalah teknologi pendidikan yang berjudul defenisi, supaya cita bisa tahu apa itu Defenisi te\knologi pendidikan. C. Kegunaan 1. Untuk memenuhi tugas dan dosen 2. Untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. BAB II PEMBAHASAN A. Definisi 1994 Teknologi instruksional merupakan teori dan praktek desain, pengembangan penggunaan, manajemen dan proses-proses evaluasi belajar. Paling sedikit selama 40 tahun secara periodik dibidang teknologi instruksional selalau mengalami proses perubahan berdasarkan penelitian. Misalnya pada tahim 1963 mennnuskan pengertian pertama mengenai defermiisi bidang mi. Defenisi ini diperbaharui sampai beberapa kali, hingga setiap perubahan selalu menciptakan hal-hal yang baru. B. Asumsi-Asumsi Pengertian Definisi 1. Jernis pengertian definisi Israel soheffler (1990) membedakan antara pengertian definisi umum dan definisi ilmiah Definisi ilmiah adalah teknik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. Sedangkan definisi umum adalah dapat dimengerti oleh masyarakat umum atau professional lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. Defiriisi 1994 adalah berdasarkan asumsi-asumsi berikut : * Teknologi instruksional telah dikembangkan dan satu sama menjadi satu bidang dan profesi. Sejak profesi dihubungkan dengan dasar ilmu pengetahuan berarti definisi 1994 harus mengidentifikasi dan menekankan teknologi instruksional sebagai satu bidang pengetahuan danpraktek, definisi 1997 hanya menekankan pada permainan yang praktis. * Pembaharuan definisi mi dan suatu bidang hams meliputi semua bidang, atau factor-faktor yang berhubungan dengan para pelaksana dan pelajar. Hal-hal yang seperti inilah yang disebut dengan bidang domain (domain of the field). * Masalah proses dan produk sangat penting pada bidang dan perlu direfleksikan dalam sebuah definisi. * Seluk beluk definisi ini kadang tidak dapat jelas kita mengerti dengan tipe professional teknologi instruksional bi1a tidak dibuat penjelasan yang lebih luas. C. Teknologi Pendidikan dan Intruksional Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan dan mengevaluasi proses keseluruhan dan belajar dan pembelajaran dalam bentuk pembelaaran yang spesifik . Berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dan manusia untuk membuat pembelajaran lebth efektif. Definisi teknologi pendidikan pada awal taun 1920 dipandang sebagai media. Media ini sebagai media pembelajaran visual yang berupa film. Setiap orang yang ingin mempersiapkan intruksional harus mempunyai petunjuk paling sedikit 2 petunjuk: 1. Kata “intruksional” lebih tepat menggambarkan fungsi teknologi. 2. Mereka mengatakan bahwa istilah “intruksional” lebih sesuai karena banyak sekali pendapat atau sekolah yang menggunakan pengertian intniksionat Krirk dan Gustafson 1989 mengatakan bahwa pada dasarnya istilah “intruksional” dikaitkan dengan istilah pengajaran (teaching) dan masaiah-masa1ah belajar (learning problems). Sedangkan istilah pendidikan terlelu luas, mencakup semua aspek pendidikan. Saettler 1990 mereka percaya bahwa “pendidikan mengacu. pada belajar diberbagai situasi yaitu, rumah, sekolah, pekerjaan dan lain-lain. Sedangkan istilah inrtuksional hanya berhubungan dengan sekolah. Pada tahtm 1977 asociation for education communication and technology (AECT) juga membuat defenisi yang berbeda antara teknologi pendidikan dan teknologi intniksional Tahun 1977 teknologi pendidikan digunakan untuk menggambarkan subsistem pendidikan yang melibatkan pemecahan masalah-masalah yang berhubungan dengan semua aspek belajar. Sedangkan teknologi intrusional ditentukan sebagai sub bagian dan teknologi pendidikan yang terencana dan terkontroL Baru-baru ini istilah teknologi pendidikan dan teknologi intru.ksional digunakan bergantian oleh para professional dalam pendidikan.. Karena istilah teknologi intruksional lebih umum digunakan di united states, mencakup banyak praktek pendidikan, lebih jelas menggambarkan fungsi pendidikan dalam pendidikan dan menemukan intruksional dan belajar bentuk definisi yang sam. Istilah teknologi intruksional digunakan pada definisi 1994 tetapi pengertian kedna definisi tersebut dianggap sama. D. Orientasi Definisi Cara specialis audiovisual melihat potensi permainan (game) dan simulasi sangat penting dalam pendidikan, tetapi bukan video game. Langkah-langkah desain intruksional lambat laun semakin sederhana pengertiannya. Seseorang cukup hanya menguasai beberapa teknik dan sedikit teori. Joel Molar, seorang ahil ekonomi dart Northen university percaya bahwa diversity merupakan kunci melanjutkan teknologi kreativitas dalam perkembangan suatu budaya. Mokyr Arnold Toynbee berpendapat sejarah inggns mengatakan bila semakin dinamik peniildran manusia berarti kreativitasnya masyarakat semakin komplek. E. Korelasi limit Pengetahuan dan Teknologi Saetler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai focus perbaikan keahlian. Keahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat-.alat atau mesin-mesin canggih. Heinic, Molenda dan Russel (1993) ia mengatakan teknologi intruksional sebagai aplikasi dan pengetahuan ilmiah tentang pembelajaran manusia (human learning) terhadap tugas - tugas yang praktis pengajarannya dan pembelajarannya.ilmu pengetahuan dan teknologi saling berhubungan. F. Konsep Sistematik Konsep sistematik mi termasuk dalam definisi teknologi Yang disebut rogers. rogers mengatakan bahwa teknologi adalah sebuah desain instrumen berfungsi tmtuk mengurangi ketidak pastian Dalam hubungan sebab akibat yang dilibatkan termasuk dalam. Pencapaian hasil yang diharapkan. Rogers juga mengatakan bahwa Teknologi mempunyai dua komponen yaitu aspek perangkat keras (hardware) seperti alat - alat bantu belajar. dan perangkat lunak (software) seperti inpormasi. G. Struktur Definisi Struktur defenisi 1994 berbeda dengan struktur defenisi 1970. Struktur defenisi 1994 agak bersipat tradisional sedangkan defenisi 1970 menggunakan berbagai macam media termasuk komputer dan televisi kemudian dalam kegiatan mengajar. pelajar tidak selalu tergantung dengn guru. H. Komponen-Komponen Definisi Sesuai dengan defenisi 1994 teknologi, intruksional adalah: -Teori dan praktek - Desain, pengembangan, penggunaan, manajemen. -Proses evaluasi dan sumber-sumber dan, - Belajar Pembelajaran. * Teori Dan Praktek: Para professional harus mempunyai dasar pengetahuan yang mendukung praktek Hubungan antara teori dan praktek sangat berpengaruh sekali dalam pengembangan intruksional. Teori meliputi konsep-konsep, struktur, prinsip dan profosisi yang menkrontribusi pengetahuan itu sendiri sedangkan praktek merupakan aplikasi pengetahuan untuk memecahkan masalah - masalah belajar, praktek dapat juga digunakan untuk menerapkan atau menyalurkan dasar pengetahuan yang diperoleh dan pengalaman. * Desain, Pengembangan. Penggunaan, Manajemen dan Evaluasi. Kelima istilah diatas menjadi dasar teknologi instruksional Pengertian sains cenderung mengharap kepada teori teknologi instruksional daripada bidang pendidikan, istilah pengembangan mengarah pada praktek istilah penggunaan merupakan gabungan dan teori dan praktek istilah manajemen selalu menjadi bagian utama karena sumber-sumber yang mendukung setiap fungsi harus dikelola atau disusun dengan baik. Domain evaluasi masih dalam suatu peneletian.. * Proses-proses Dan Sumber-Sumber Proses adalah operasional atau aktivitas yang diharapkan untuk mencapai hasil yang tertentu.. Proses meliputi masukan (Input), aksi (actions), dan hasil (out put). Contohnya Penelitian yang paling baru mengenai strategi instruksional dan hubungannya terhadap tipe-tipe pelajaran dan media. Resources adalah sumber-sumber pendukung untuk belajar, termasuk bantuan system dan materi dan lingkungan intruksional, sumber-sumber bukan hanya merupakan alat-alat dan materi yang digunakan dalam proses belajar-mengajar tetapi orang juga termasuk sumber-sumber. I. Komisi Path Teknologi Instruksional 1970 Laporan komisi teknologi instruksiona1 ini bahwa istilah ini dapat didefenisikan dengan dua cara. 1. Secara umum ini berarti bahwa kelahiran media komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan instruksional dari guru, buku teks, dan papan tulis disamping itu juga dilengkapi dengan televisi1 film dan komputer. 2. Teknologi intruksional adalah suatu sistem mendesain, membawa dan mengevaluasi seluruh proses belajar -mengajar. J. Defenisi Silber 1970. Defenisi ini adalah dibuat oleh Kermecth Silber yang terakhir sekali menjabat sebagai pemimpin AECT Committee on definition dan teknologi Teknologi intruksional menurut Silber adalah pengembangan, penelitian, desain, produksi evaluasi1 suporrt dan sistem intruksional serta komponen-komponen (pesan, orang, bantuan, alat peraga, teknik setting)dan manajemen pengembangan organisasi. Defenisi 1970 hampir sama dengan deferusi 1993 yang mengatakan bahwa teknologi intruksional adalah melibatkan manusia dan mesin yang dihubungkan dengan bahan-bahan pengajaran. K. Defenisi AECT 1972 Defenisi ini ditetapkan oleh The Association dan dikembangkan oleh The Committee on Defemtion and technology yang aktif pada masa itu. Menurut defenisi AECT 1972 teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar melalui sistematik, identifikasi, pengembangan organisasi dan penggunaan dan sumber pelajaran dan melalui proses menajemen. Salah satu karakteristik defenisi 1972 adalah suatu keputusan untuk menentukan komunikasi audiovisual sebagai salah satu bidang. L. Defenisi AECT 1977 Menurut defenisi AECT 1977, teknologi pendidikan adalah suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur pendapat, alat peraga dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengeplementasikan, mengevaluasikan dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terilbat dalam semua aspek pembelajaran ma BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Defenisi teknologi instruksional pendidikan 1994 memberikan penjelasan yang lebih jauh tentang batasan-batasan intelektual teknologi intruksional pendidikan. Defenisi ini juga membahas tentang asumsi-asumsi pengertian defenisi, orientasi defenisi, konsep sistematik, struktur defenisi, koponen-komponen defenisi, defenisi silber 1970 defenisi AECT 1977 dan lain-lain. B. Kritik Dan Saran Kami dan kelompok I sangat berharap kritikan maupun saran dan dosen pembimbing dan teman-teman. Jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini kami mohon dimaafkan. DAFTAR PUSTAKA > Yamin Martinis, Teknologi Pendidikan (defenisi dan domain lapangan), lAIN ST Jambi, Jambi 1998. Israel Soheffler 1990 yang dikutip dalam buku teknologi pendidikan (Defenisi dan domain lapangan) POIN I Defenisi 1994 Teknologi intruksional adalah praktek dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, mengelola dan menilai proses-proses maupun sumber-sumber belajar. POIN II Asumsi-Asumsi Pengertian Defenisi Jenis pengertian defertisi ada 2: a. Pengertian defenisi ilmiah yaitu tekhnik yang memerlukan pengetahuan khusus untuk mengerti apa yang terkandung didalamnya. b. Pengertian defenisi umum yaitu dapat dimengerti masyarakat umum atau profesi orang lain, dan tidak membutuhkan pengetahuan khusus. POIN III Teknologi Pendidilcan Dan Instruksional Teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan dan inengevaluasi proses keseluruhan dan belajar dan pembelajaran dalam bentuk pembelajaran yang sfesifik berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber belajar dan manusia untuk membuat pembelajaran yang efektif teknologi instrulsional ditentukan sebagai sub bagian dan teknologi pendidikan dan terencana dan terkontrol. POIN IV Korelasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Sactler (1990) mengatakan bahwa teknologi adalah sebagai fokus perbaikan keahlian-keahlian dan organisasi kerja, bukan hanya sekedar alat-alat atau mesin-mesin canggih saja. POIN V Konsep Sisteinatik Konsep sistematik ini termasuk dalam defenisi teknologi yang disebut Rogers mengatakan bahwa teknologi adalah sebuali desain instrument berfungsi untuk mengurangi ketidak pastian dalam hubungan, sebab akibat yang dilibatkan termasuk dalam pencapaian yang diharapkan. POIN VI Struktur Defenisi Struktur defenisi ada dua: 1. Struktur Defenisi 1994 yang strukturnya agak bersifat tradisional 2. Struktur defenisi 1970, strukturnya menggunakan berbagai macam media termasuk computer dan televise. POIN VII Komponen-Komponen Defenisi Komponen-komponen deferiisi ini sesuai dengan defenisi 1994 tentang teknologi instruksional yang terbagi kedalam 4 macam: 1. teori dan praktek 2. Desain, pengembangan, pengguanaan, menajemen 3. Proses evaluasi dan sumber-sumber 4. Belajar Pembelajaran. POIN VIII Komisi Path Definisi Teknologi Instruksional 1970 Komisi teknologi instruksional ini didefenisikan dengan dua cara: 1. Secara umum 2. Secara teknologi instruksional itu sendiri. POIN IX Defenisi Silber 1970 Defenisi Silber (1970) tentang teknologi intruksional adalah pengembangan, penelitian, Desa dan , produksi, evaluasi1 support, dan sistein intruksional, serta komponen komponen (pesan,. orang, bahan, alat peraga, teknik setting) dan menajemen pengembangan organisasi. POIN X Defenisi EACT 1972 Defenisi EACT 1972 tentang teknologi pendidikan adalah suatu bidang yang melibatkan pelajar melalui sistematik, identifii_asi, pengembangan, orang anisiasi penggunaan dan sumber pelajaran dan melalui proses menajemen. POIN XI Defenisi AECT 1977 Menurut defenisi AECF tahun 1977 tentang teknologi pendidikan adalah suatu proses yang komplek dan terpadu, melibatkan pelajar, prosedur, pendapat, alat peraga, dan organisasi untuk menganalisa masalah-masalah dan menerapkan serta mengimplementasikan, mengevaluasikan dan mencari solusi terhadap semua permasalahan yang terlibat dalam semua aspek pembelajaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

seteleh mendowbload silahkan berikan komentar